Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji
Karya : Andi Sofyan Nur

Dua hari yang lalu
Aku berjanji padamu
Janji yang pastinya aku tepati
Untuk bertemu
Bersua
Dan menggenggam telapak dingin tanganmu

Kemarin
Satu hari sebelum waktu pertemuan
Kita berjumpa
Bersalaman
Dan
Kau berpamitan padaku

Sore hari tampak sangat memerah
Menutupi wajah murungku
Menutupi seluruh tubuhku
Menghangatkan jasadku
Walau sebenarnya masih terasa dingin
Walau bukan penghangat bagiku
Harapan itu tenggelam di ufuk barat

Hari ini
Aku berdiri
Menunggu
Dan
Menanti di tempat yang telah kujanjikan
Hanya menanti
Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu
Janji yang tak bisa kutepati

Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu
Dan selalu ditepati

Kota Makassar, 23 Maret 2018


Menjauh
Karya : Andi Sofyan Nur

Aku bukan tak menyukai takdir
Bukan juga ingin membencinya
Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali
Hal yang pernah mengisi kehidupanku
Dirimu yang kini jauh dariku

Kemarin aku duduk dibelakangmu
Tersenyum kecut melihat dirimu
Sedikit kecewa tahu kau bersama dengannya
Kecewa kau sangat bahagia hidup tanpaku
Aku hanya bisa mengingat kenangan

Titik dimana aku masih berharap
Di tanggal pertengahan bulan
Waktu yang berdekatan
Takdir yang bersebelahan dengan nadiku
Bahagiaku dan sedihku

Kini takdir bahagia itu terasa menjauh
Membenci kenangan saat bersama denganmu
Kecewa dalam waktu yang sangat lama
Bahagiaku dan sedihku
Ada dirimu dihatiku

Kota Makassar, 28 April 2018


Penderitaan
Karya : Andi Sofyan Nur

Pada sisi yang gelap
Aku mendongakkan kepala
Hatiku masih melihat ke bawah
Tak yakin pada diri sendiri

Jikalau aku tahu
Segala makna kehidupan
Tak perlu bagiku
Mengenal banyak hal

Dalam penderitaan
Jalanan berada dibelakangku
Membelai pundakku
Mendorongku untuk maju

Katanya
Masih banyak hal
Arti hidup itu sangat luas
Lebih dari sekadar sebuah senyuman

Kepalaku menghadap ke depan
Dengan hati berjalan
Memaknai segala maksud dari kehidupan
Berjalan
Mejauhi penderitaan belajar tentang makna hidup
Menuju dunia kekal tanpa menengok ke belakang

Kota Makassar, 15 Maret 2018


Biodata Penulis
D:\iyan\C.close up fix.JPG
Andi Sofyan Nur, lahir tanggal 1 Juni 1996 di Loa Duri, Kutai Kartanegara. Menamatkan SD dan SMP di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, kemudian SMA di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sekarang penulis seorang mahasiswa S1 program studi Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Makassar.  Tinggal di Jalan Daeng Tata 5 No. 3A, Kota Makassar. Cita-cita ingin menjadi seorang penulis dan motivator dibidang pendidikan sosial. Hobi menulis, membaca, mendengarkan musik, dan menonton film. Kontak : Email andisofyannur@gmail.com Facebook Andy Sofyan N Instagram @asn_yan Line fyan48.









Komentar

  1. Semoga jd penulis yg sukses

    BalasHapus
  2. Luar biasa menyentuh hati. Calon sastra terbaik Indonesia

    BalasHapus
  3. Good, be leader and succes��

    BalasHapus
  4. nice words with nice people����������

    BalasHapus
  5. Luar biasa���� terus berkarya dan menulis kak☺

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Fatimatus Sya'diah;Bagiku Kamu

Antara Ada Dan Tiada Penulis: Fatimatus sya'diah Sejenak garis tipis itu mulai membentuk, Menyeringai tanpa mengerti Mungkin sebab tak lagi mau dicari, Berhenti mencaci tentang rasanya yang tak diyakini. Memilah gengsi dari rangkaian rasa dihati Untuk keberanian yang kau cipta dalam untaian kata, Yang kucerca dgn kata tanpa terduga Untuk perhatian yang kau tuang dalam secangkir kopi, Yang membuatku seketika merasa percaya akan hati Untuk tawa pengertian yang kau sajikan dalam ketenangan Yang membuatku k esal akan tatapan Untuk rela menjadi telinga dalam tiap suara, Yang seketika hadirkan rasa yang tiada dalam kamus rasa Terima kasih, Untuk rasa yang tak pernah terbaca walau selalu dirasa Pekanbaru, 28 April 2018 Sama Dengan Payah Penulis: Fatimatus sya’diah Ketika kata menjadi fatamorgana Hilang dalam rasa Ingin sampaikan makna namun samar dalam oase lara Masih sama dalam asa Meski memudar dalam raga Masih dengan gerutu sang pendusta Walau t...