TASIK THE FLOWER OF RELIGION
KARYA : ADIL HERMAWANA
Indahnya bukan pada sebuah Nama
Sejatinya bukan karena Mempesona
Warna-warni indahmu, seakan bersinar di Negeri ini
Yang tak akan pernah terkalahkan oleh seejuta ke Indahan Negeri Lain
Tasik adalah Kotaku
Tasik adalah tempat kelahiranku
Tasik adalah segudang Rinduku
Karena Tasik adalah sebuah Flower of Religion
Berlimpahnya ulama-ulama Negeri Tasik
Berdirinya Pondok-pondok Negeri Tasik
Bersinarnya bunga-bunga Religion Negeri Tasik
Karena Tasik satu dari sejuta kota Santri di Indonesia
Matilah, pergaulan bebas Negeri Tasik
Matilah, kekerasan Negeri Tasik
Matilah, Kolusi, Korupsi Nepotisme Negeri Tasik
Matilah, adu domba Perusak Negeri Tasik
Bangunlah wahai Pemuda-Pemudi Negeri Tasik
Bangunlah Iman dan Ketaqwaan Negeri Tasik
Bangunlah spriti Religion Negeri Tasik
Bangunlah dan Jayalah Negeri Tasik sebagai kota Santri
Tumbuhlah Negeri Tasik seperti Bunga
Tumbuhlah Negeri Tasik Seperti warna warni Bunga
Harumkanlah Negeri Tasik seharum Bunga-bungaMU
Dan jadikanlah Tasik sebagai The Fower Of Religion
Kumandangkan suara Adzan di Negeri Tasik
Gemuruhkanlah Suara Tasik Magrib Mengajji
Bertekadlah Tasik jihad di jalan ALLAH
Kelak Negari Tasik hijrah di jalan ALLAH
Oh Tuhan..... Lindungilah Negeri Tasik
Letakanlah Negeri Tasik sejajar dengan bunga-bunga indahmu
Kokohkanlah Religion di Negeri Tasik
Satukanlah dan bangunlah Religion Pemuda-pemudi Negeri Tasik
Untuk tetap berjihad di jalanmu
Tasik satu dari sejuta Negeri religion
Tasik satu dari sejuta Negeri Indahmu
Jadilah Tasik sebagi The Flower Of Religion
Mangunreja, Jum’at 27 April 2018 (16:06 Wib)
SUATU HARI, NEGERI DI ATAS AWAN
KARYA : ADIL HERMAWANA

Malam itu, Terasa dingin yang begitu menggigil
Mataku Trepenjam disebuah Nuansa Tenda kecil
Hanya Tanah, dan Tikar yang menemaniku Malam itu
Pepohonan, dan lentera-lentera kecil yang banyak mengelilingiku malam itu
Oh tuhan..... inikah mimpiku?
Seketika ku ingat, dan ternyata ini bukanlah sebuah mimpi
Kubuka Jendela kecil di ruangan tenda ini
Dan betapa takjubnya ketika aku melihat Indahnya malam itu
BulanMU, BintangMU, CahayaMU Malam itu
Seakan menerangi seluruh alam semesta ini
Oh...Tuhan.... inikah karyaMU? Inikah CiptaanMU? Inikah keagunganMU?
Oh...Tuhan... apakah malam nanti aku bisa merasakannya kembali?
Pagi itu telah tiba,
Serasa anganku terbawa melayang
Serasa mataku gugup tak dapat berkedip
Serasa kakiku enggan melangkah , meninggalkan Negeri ini...
Alam sadarku terguncang.
Denyut nadiku menggebu,
Seketika aku melihat oh...Indahnya... Pagi ini....
Hamparan awan sorak bersorak menyambut pagiku ini
Aku mencoba mengikuti dan berdansa dengan awan
Aku berharap dansa ku tidak akan terhenti
Aku harap, aku tetap berdansa sampai terbenam matahari dengan awan
Semilirnya angin, percikan suara-suara burung merdu yang bernyanyi
Akupun tetap berdansa dipagi ini
Kularutkan , kupejamkan sekejap maytaku saat berdansa, dan berkata dalam hati
Oh..Tuhan... biarkan aku tetap menghirup udaraMU ini,
Ijinkan aku terlarut dalam hembusan semilir angin ini
Dan ijinkan aku bersimpu , menikmati karya indahmu Ini
Serta ijinkanlah suatu saat nanti,
Aku bisa kembali lagi Ke Negri ini... bersama awan
Oh.. awan ... aku akan rindu
Oh...awan... aku akan pergi, dan kembali untuk berdansa bersamamu .....
Mangunreja, Jum’at 27 April 2018 (20:15 Wib)
GADIS BELIAKU
KARYA : ADIL HERMAWANA
Ku awali dengan tatap untuk sang Gadi Belia
Ku rasakan getaran detak Nadiku yang berdebar kencang
Aku berharap suatu saat aku menyampaikan kata-kata indahku
Aku berharap suatu saat aku membuat syair puisi indahku untukmu Gadis Belia
Suatu hari kan ku bawa wahai Gadis Belia
Gadis yang begitu Lugu, naggun dan Bertutur kata Baik
Hari itu ku nyanyikan sebuah syair lagu dan alunan petik Gitar
Hingga Gadis Belia itu terbuai dalam pelukanku, dan meraskan alunan syairku
Oh tuhan.... hari ini kau kirimkan Gadis Belia
Kau ijinkan daku bisa menemani Gadis Belia ini,
Indah Kupandang, dan indah ketika saat Indah Hari ini
Wahai gadis beliaku hari ini aku jatuh hati padamu
Kuhujankan sebuah peluru cinta Untukmu Gadis Belia
Kuhadiahkan Hembusan Cintaku Yang Tulus untukmu
Kupertahankan tatap demi tatap mata ini,
Dan biarkan esok hari Mataku dan Matamu seakan menyatu
Dalam dekapanku...
Dalam genggaman tanganku...
Aku yakin Tuhan akan satukan kita berdua dalam Mihrab Cinta
Wahai gadis Beliaku....Aku Sayang...Aku Rindu....Aku terpana dalam Tatapanmu..
Bahagiaku adalah seucap Senyumanmu,
Harapanku adalah bisa bertasbih suatu hari denganMU
Rengkuhlah Aku Segera, Saat malam Purnama Tiba
Kusiapkan diri, menanti rengkungah dan dambaan ku
Seketika purnama tiba
Aku bergegas malam itu,
Bahwa semesta akan menjadi saksi
Bahwa purnama akan menjadi penghulu
Dan kegelapan akan menjadi seperangkat yang aku janjikan
Malam itu tak mampu ku ucap seribu kata
Tak mampu kuberikan segenggam bunga
Tapi malam itu aku berkata
Bahwa aku akan mengindahkan hari hariMu
Mangunreja, Jum’at 27 April 2018 (22:18 Wib)
Biodata Penulis
Perkenalkan saya adalah Adil Hermawan , Anak ke 2 dari tiga bersaudara saya lahir pada Jum’at 15 Juli 1993 tepatnya di Kp Rontog Rt/Rw 14/04 Desa Salebu Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya.
Kontak person yang bisa dihubungi :
Facebook : Aidil
Email : adilhermawan429@gmail.com
Whatsaap : 089683157086
Instalgram : Aidil Forsa
KARYA : ADIL HERMAWANA
Indahnya bukan pada sebuah Nama
Sejatinya bukan karena Mempesona
Warna-warni indahmu, seakan bersinar di Negeri ini
Yang tak akan pernah terkalahkan oleh seejuta ke Indahan Negeri Lain
Tasik adalah Kotaku
Tasik adalah tempat kelahiranku
Tasik adalah segudang Rinduku
Karena Tasik adalah sebuah Flower of Religion
Berlimpahnya ulama-ulama Negeri Tasik
Berdirinya Pondok-pondok Negeri Tasik
Bersinarnya bunga-bunga Religion Negeri Tasik
Karena Tasik satu dari sejuta kota Santri di Indonesia
Matilah, pergaulan bebas Negeri Tasik
Matilah, kekerasan Negeri Tasik
Matilah, Kolusi, Korupsi Nepotisme Negeri Tasik
Matilah, adu domba Perusak Negeri Tasik
Bangunlah wahai Pemuda-Pemudi Negeri Tasik
Bangunlah Iman dan Ketaqwaan Negeri Tasik
Bangunlah spriti Religion Negeri Tasik
Bangunlah dan Jayalah Negeri Tasik sebagai kota Santri
Tumbuhlah Negeri Tasik seperti Bunga
Tumbuhlah Negeri Tasik Seperti warna warni Bunga
Harumkanlah Negeri Tasik seharum Bunga-bungaMU
Dan jadikanlah Tasik sebagai The Fower Of Religion
Kumandangkan suara Adzan di Negeri Tasik
Gemuruhkanlah Suara Tasik Magrib Mengajji
Bertekadlah Tasik jihad di jalan ALLAH
Kelak Negari Tasik hijrah di jalan ALLAH
Oh Tuhan..... Lindungilah Negeri Tasik
Letakanlah Negeri Tasik sejajar dengan bunga-bunga indahmu
Kokohkanlah Religion di Negeri Tasik
Satukanlah dan bangunlah Religion Pemuda-pemudi Negeri Tasik
Untuk tetap berjihad di jalanmu
Tasik satu dari sejuta Negeri religion
Tasik satu dari sejuta Negeri Indahmu
Jadilah Tasik sebagi The Flower Of Religion
Mangunreja, Jum’at 27 April 2018 (16:06 Wib)
SUATU HARI, NEGERI DI ATAS AWAN
KARYA : ADIL HERMAWANA
Malam itu, Terasa dingin yang begitu menggigil
Mataku Trepenjam disebuah Nuansa Tenda kecil
Hanya Tanah, dan Tikar yang menemaniku Malam itu
Pepohonan, dan lentera-lentera kecil yang banyak mengelilingiku malam itu
Oh tuhan..... inikah mimpiku?
Seketika ku ingat, dan ternyata ini bukanlah sebuah mimpi
Kubuka Jendela kecil di ruangan tenda ini
Dan betapa takjubnya ketika aku melihat Indahnya malam itu
BulanMU, BintangMU, CahayaMU Malam itu
Seakan menerangi seluruh alam semesta ini
Oh...Tuhan.... inikah karyaMU? Inikah CiptaanMU? Inikah keagunganMU?
Oh...Tuhan... apakah malam nanti aku bisa merasakannya kembali?
Pagi itu telah tiba,
Serasa anganku terbawa melayang
Serasa mataku gugup tak dapat berkedip
Serasa kakiku enggan melangkah , meninggalkan Negeri ini...
Alam sadarku terguncang.
Denyut nadiku menggebu,
Seketika aku melihat oh...Indahnya... Pagi ini....
Hamparan awan sorak bersorak menyambut pagiku ini
Aku mencoba mengikuti dan berdansa dengan awan
Aku berharap dansa ku tidak akan terhenti
Aku harap, aku tetap berdansa sampai terbenam matahari dengan awan
Semilirnya angin, percikan suara-suara burung merdu yang bernyanyi
Akupun tetap berdansa dipagi ini
Kularutkan , kupejamkan sekejap maytaku saat berdansa, dan berkata dalam hati
Oh..Tuhan... biarkan aku tetap menghirup udaraMU ini,
Ijinkan aku terlarut dalam hembusan semilir angin ini
Dan ijinkan aku bersimpu , menikmati karya indahmu Ini
Serta ijinkanlah suatu saat nanti,
Aku bisa kembali lagi Ke Negri ini... bersama awan
Oh.. awan ... aku akan rindu
Oh...awan... aku akan pergi, dan kembali untuk berdansa bersamamu .....
Mangunreja, Jum’at 27 April 2018 (20:15 Wib)
GADIS BELIAKU
KARYA : ADIL HERMAWANA
Ku awali dengan tatap untuk sang Gadi Belia
Ku rasakan getaran detak Nadiku yang berdebar kencang
Aku berharap suatu saat aku menyampaikan kata-kata indahku
Aku berharap suatu saat aku membuat syair puisi indahku untukmu Gadis Belia
Suatu hari kan ku bawa wahai Gadis Belia
Gadis yang begitu Lugu, naggun dan Bertutur kata Baik
Hari itu ku nyanyikan sebuah syair lagu dan alunan petik Gitar
Hingga Gadis Belia itu terbuai dalam pelukanku, dan meraskan alunan syairku
Oh tuhan.... hari ini kau kirimkan Gadis Belia
Kau ijinkan daku bisa menemani Gadis Belia ini,
Indah Kupandang, dan indah ketika saat Indah Hari ini
Wahai gadis beliaku hari ini aku jatuh hati padamu
Kuhujankan sebuah peluru cinta Untukmu Gadis Belia
Kuhadiahkan Hembusan Cintaku Yang Tulus untukmu
Kupertahankan tatap demi tatap mata ini,
Dan biarkan esok hari Mataku dan Matamu seakan menyatu
Dalam dekapanku...
Dalam genggaman tanganku...
Aku yakin Tuhan akan satukan kita berdua dalam Mihrab Cinta
Wahai gadis Beliaku....Aku Sayang...Aku Rindu....Aku terpana dalam Tatapanmu..
Bahagiaku adalah seucap Senyumanmu,
Harapanku adalah bisa bertasbih suatu hari denganMU
Rengkuhlah Aku Segera, Saat malam Purnama Tiba
Kusiapkan diri, menanti rengkungah dan dambaan ku
Seketika purnama tiba
Aku bergegas malam itu,
Bahwa semesta akan menjadi saksi
Bahwa purnama akan menjadi penghulu
Dan kegelapan akan menjadi seperangkat yang aku janjikan
Malam itu tak mampu ku ucap seribu kata
Tak mampu kuberikan segenggam bunga
Tapi malam itu aku berkata
Bahwa aku akan mengindahkan hari hariMu
Mangunreja, Jum’at 27 April 2018 (22:18 Wib)
Biodata Penulis
Perkenalkan saya adalah Adil Hermawan , Anak ke 2 dari tiga bersaudara saya lahir pada Jum’at 15 Juli 1993 tepatnya di Kp Rontog Rt/Rw 14/04 Desa Salebu Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya.
Kontak person yang bisa dihubungi :
Facebook : Aidil
Email : adilhermawan429@gmail.com
Whatsaap : 089683157086
Instalgram : Aidil Forsa
Setelah baca ketiganya puisinya lumayan bagus cuman msh perlu banyak perbaikan apalagi yg saya rasa puisinya kurang hidup jadi kurang sampai d hati pembaca (saya pribadi) jiwa dalam puisi seolah-olah kurang greget.
BalasHapusSukses selalu dan d tunggu puisi lainnya yg lebih hidup.
good job
BalasHapusterimakasih atas kritik dan sarannya mudah mudahan lebih baik untuk karya selanjutnya
BalasHapus"kang Adil... majas na kedah seeur..." biar terbawa imajinasi pembaca untuk di dengar....
BalasHapuspemilihan kosa kata yg menantang diperbanyak...
Lanjutkan !!! karya sendiri lebih baik daripada cover/plagiat !!!