Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Aliyatus Shalihah;Rindu Dalam Sunyi

DIAM dan HILANG
Karya: Aliyatus Shalihah

Aku yang diam, perlahan menghilang
Dan aku yang diam perlahan tenggelam
Bersama rindu yang terpendam
Terjebak luka dan tak berdaya

Menangisku, menunggumu
Menangisku, didiammu
Menuntutku tuk bertahan
Diam dan hilang.....

Resah hatiku, temani langkahku
Sepi hariku, seakan berlalu
Bersama rindu yang terpendam
Terjebak luka dan tak berdaya

Manangisku, menunggumu
Menangisku, didiammu
Menuntutku tuk bertahan
Diam dan hilang.....

Hatiku pilu, tersimpan luka yang ngilu
Kudengar  kata pisah, sesuatu seperti menusukku
Hatiku mulai layu
Suaramu, masih mengalun indah kala itu

Menangisku, menunggumu
Menangisku, didiammu
Menunututku tuk bertahan
Daim dan hilang.....


LUKA
Karya: Aliyatus Shalihah

Guntur, membuat luka dihati kembali membengkak
Tak sempat aku bersembunyi
Kilat di langit begitu tiba-tiba
Hujan lebat begitu saja, mataku basah

Telah jauh kumendekati
Sesak di hati menahan rindu ini
Rindu, seakan melepuh dalam hati
Mengiris setiap sel di sini, perih.


RINDU DALAM SUNYI
Karya: Aliyatus Shalihah


Suara hatiku selalu bernada sama setiap harinya
Menyanyikan nyanyian rindu hanya untuk kamu

Pernahkah engkau merasakan apa yang aku rasakan?
Pernahkah kamu sadar akan rasa yang aku berikan?

Sepi sendiri di sini, terlupakan, kau menghindar begitu saja
Kini aku hanya terdiam dalam tanya, sepi dan menggigil ketakutan

Percayalah......
Betapa jauh dirimu, betapa sunyi jiwaku.



BIODATA PENULIS
C:\Users\4!R!\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20170903-WA0004.jpg
Saya terlahir pada tanggal empat bulan Mei, dengan nama Aliyatus Shalihah, yang artinya “Perempuan yang memiliki derajat tinggi dan sholehah”. Teman-teman bisa memanggil saya Aliya, saya adalah salah satu Mahasiswa di Universitas Trunojoyo Madura. Alamat saya di kota sumenep, tepatnya di desa Karduluk yang lebih di kenal dengan Kota Ukir. Tapi sekarang saya menetap di kota Bangkalan Madura. Saya suka sekali menulis, kecintaan saya pada dunia tulis dimulai sejak saya duduk di bangku kelas VII. Hal pertama yang saya tulis adalah puisi-puisi sederhana, dan lama-lama saya mulai mencoba menulis beberapa cerpen yang bertema romansa cinta, karena menurut saya itu adalah sesuatu yang lucu. Awalnya saya tidak percaya diri untuk menunjukkan tulisan-tulisan saya, hingga akhirnya seorang guru saya mengatakan bahwa ”Menulis itu bukan perihal bagus atau tidaknya, tapi bagaimana kita bisa berbagi hal itu dengan orang-orang yang lain, ya meski itu hanya berupa hiburan saja”. Dari situlah saya mulai berani mengirimkan puisi dan cerpen saya, ya meski hanya di majalah sekolah saja. Jika ada kritik dan saran bisa menghubungi kontak WA saya 083852817363, saya akan menerima saran saudara dengan hangat. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...