Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Apriliana;Bunga Tidur



      MEMORI TERSIRAT
                                                                                             Karya Apriliana
Api mulai padam
Sesaat Ombak berhenti
Air pun ikut surut
Angin berhembus ke arah tujuan
Matahari pergi menyinari
Bulan datang penuh senyuman
Hujan menghampiri panas
Salju bernyanyi tak karuan

Kenangan...
Tersimpan dalam memori
Tak bisa diulang sediakala
Semua hanya angan-angan lampau

Kenangan..
Jika ku teringat..
Aku tertawa..
Menangis..
Sedih..
Terharu..
Semua rasa menyatu padaku

Oh Kenangan..
Kau begitu berarti
Kau cermin masa depan
Tanpa kau..
Ruang tubuhku hampa tak terpakai

Tertawa tanpa ada komedi..
Itu kau kenangan
Menangis tak terduga..
Itu juga kau
Diri ini gila seperti tak berakal

Meronta ingin kembali
Terekam dalam ingatan
Ingin ku cabik semua kenangan
Namun tak bisa ku rombak

                                                          PLANET KEHIDUPAN
                                                                                                  Karya Apriliana
Kau lah tempat semua makhluk hidup berpijak
Pemberi kehidupan
Kenyamanan
Menyatukan segala asa

Oh bumi..
Namun sekarang apa yang terjadi?
Kau beri kami banjir
Gunung meletus
Tsunami
Badai
Kebakaran hutan
Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian

Bumi..
Kau terinjak-injak
Kabut asap berkeliaran di tubuhMu
Kau penampung segalanya

Betapa serakahnya makhluk hidup..
Mereka tak sadar atas perbuatannya
Mungkin..
Suatu saat sabarMu habis
KemarahanMu di tumpahkan

Betapa sabar Bumi ciptaanMu Tuhan..

                                                       BUNGA TIDUR
                                                                                    Karya Apriliana
 Diam..
Tak berkutik
Lembutnya suara nafas
Oh dengar..
Jangkrik berirama

Malam tak gelap
Bulat oranye menemani
Nyamuk membuat sarang
Binatang penyuka keju berlarian
Sendiri di ruang tidur
Melantur imajinasi

Sepi menghampiri
Mata yang sayup
Empuk sejuk bantal ku
Menguap..
Berimajinasi tak sadarkan diri   

Biodata

Nama : Apriliana
Lahir   : 1 April 2002
Tempat tinggal : Ciasem Rt 13, Rw 03, Subang, Jawa barat, Indonesia
                         Contact : 083816155717 / fb : Aprilianaf_mhardhana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...