Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Asih Wulandari;Terakhir Bersamamu

Mengapa ?
Karya : Asih Wulandari

Aku tak tahu mengapa semua terjadi padaku ?
Matamu yang terus tertuju
Seakan ada cahaya yang akan kau siritkan
Kepada kami…..
Bukan, untuk dia….
Atau aku sendiri ?
Entahlah, sepertinya kau ingin bermain teka-teki denganku
Memberi misteri dalam cerita yang ku tulis
Namun, aku pun tak ingin ada yang terluka diantara kita
Hati dan perasaan
Tak dapat dipisahkan……
Aku pun tidak ingin jadi penghianat persahabatan
Dan cinta
Aku harap tidak ada perasaan diantara kita
Rasa yang tersirat
Antara kau dan aku


Sebiru Kesetiaan
Karya : Asih Wulandari

Berapa lama kupendam rasa ini ?
Sedalam apakah kusembunyikannya ?
Samapai kau detik ini tak tahu yang sebenarnya
Sampai semua berkata tentangku
Tentang kenyataan yang belum pasti
Menghitung hari yang kini kulakukan
Tiada terasa kau akan pergi meninggalkanku
Dalam waktu dekat !
Ke tempat yang jauh
Entah ku gapai atau tidak
Semakin hari dirimu tak terlihat
Jauh dari pandangan
Namun, entah mengapa ketika kau tak ada kabar
Seorang mulai mengisi hati yang kosong
Setiap kali ku berjalan sepasang mata mengintai
Menahan pandangan. Tapi itu tidak….
Hari demi hari ku lewati
Dia terus mengawasi ku tiap ada kesempatan
Buat ku merasa nyaman atau risih
Ku coba untuk berdalih
Kepada tujuan hati utama ku
Namun, ia terus melakukan hal yang sama
Aku takut menyakiti hati yang lain
Sahabatku atau kau
Mungkin diriku sendiri yang munafik
Membohongi diri sendiri
Membohongi perasaan dalam hati
Tapi hatiku tetap memilih setia
Kepadamu…….


Terakhir Bersamamu
Karya : Asih Wulandari

Kemarin, hari terakhirku….
Aku tahu akan berat bagiku untuk menerima kenyataan
Namun harus ku jalani demi senyum diwajahmu
Aku terdiam dipojok ruang
Memperhatikan setiap gerak-gerikmu, senyum dan tawa mu
Jujur, sampai sekarang aku masih belum bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu
Sampai kau telah hilang dari kehidupanku
Aku sempat berpikir bagaimana agar kau bisa tahu yang sesungguhnya….
Hingga aku rela bertekat dengan ha yang konyol
Tapi tak juga buatmu sadar, tak buat harapan jadi nyata
Masih teringat kenangan bersamamu
Hati ingin menangis…. Namun tak bisa…..
Detik-detik kau ingin pergi dariku
Kau malah berikan kenangan dan harapan termanis bagiku
Tidak akan pernah ku lupa hari-hari itu
Disinilah aku….
Yang setia menunggumu
Sampai takdir pertemukan kau dan aku…..

Biodata Penulis
Hei semua, perkenalkan nama saya Asih Wulandari tinggal beralamat jl. Mangkuraja gg. Darusalam 2, RT 65 no 18, kelurahan Loa Ipuh kecamatan Tenggarong, kabupten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur. Jika ada informasi hubungi saya lewat facebook saya Asih Wulandari atau ke email wulanasih0605@gmail.com  atau ke no 082157776905.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...