Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Desi Erdiana;Buat Bapak Di Sana


Buat Bapak di Sana
Oleh : Desi Erdiana

Ku kirimkan engkau bunga
Dengan rangkaian indahnya
Tak lupa nama engkau
Terajut didalamnya
Mengantarkan engkau berpulang                       
Kembali kepada-Nya yang berpunya
Menghadap pemilik semesta alam
Menikmati limpahan rahmat sang Maha Kuasa
Kini jauh yang kulihat
Sakitmu kini tak berasa
Lukamu kini telah sirna
Air mata haru bercampur perih
Perasaan beradu berkecamuk di diri
Fikirku lemah tanda berapi
Menganak cemas dalam frustasi
Qada pahit yang kuhadapi
Tapi berjuang ikhlaskan diri
Hanya tersimpan satu pesan dari kami
Buat bapak disana....
Berbahagialah untuk kami

Temanggung,2018


Pak Hakim yang Terhormat
Oleh : Desi Erdiana

Pak hakim yang terhormat......
Bebaskan aku dari tuduhan perkara,
Lepaskan aku dari penjara yang pengap,
Kau tertipu ucapan rendah
Mulut mereka yang berbuaya
Yang beruang tak berkepribadian
Salahkan orang untuk selamatkan diri
Ujaran mereka tak lagi bermoral
Menghina diri dengan omong kosong mainan
Pak hakim yang terhormat......
Bawa ku kembali pada keluarga
Yang menanti seonggok rupiah
Menderma diri ku tak ikhlas
Untuk kesalahan yang tak kubuat
Beri saya satu kesempatan bicara
Jika saya tak bisa sewa pengacara
Biar saya jadi kuasa hukum diri sendiri
Bantulah sedikit saya yang tak punya papa
Hidupi keluarga yang menanti di rumah
Beban kami sudahlah berat
Jangan kau tambah lagi beban lainnya
Temanggung,2018


Hujan Api
Oleh : Desi Erdiana

Gencatan peluru,
Merapat ke pusaran bumi
Mengadu tangis
Dalam perang tanpa henti
Membodohi kami yang tertipu
Dalam balutan busana dan pangkatmu
Orang-orang diarak bak binatang liar
Membedah rumah menjadi puing-puing tanah
Kau hujat mereka seberat-beratnya
Tanpa ampun tanpa kasihan
Hati nuranimu telah pecah
Karena barang baru menyilau rupa
Manusia bumi kau tindas
Tak berarti tak berguna untuk kau selamatkan
Nyiur lambai ketepian
Mengucap lirih amatlah kasihan
Nasib kami jadi taruhan
Penuh luka tak berkesudahan
Dendam kami kinipun membara
Dalam sakit yang tak berhujung harap

Temanggung,2018


Tentang Penulis

        Nama saya Desi Erdiana.Usia 19 tahun.Saya tinggal di Desa Kruwisan Rt 07 Rw 02,Kec.Kledung,Kab.Temanggung.Saya bekerja sebagai seorang petani dan ibu rumah tangga.Kegemaran saya menulis dan membaca.Untuk sahabat-sahabat pencinta literasi mohon kritik dan sarannya lewat  hp:08588636328 atau kirim  email ke:desierdianaa@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...