Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Dewi Puspita;Ufuk Barat

Ufuk Barat
Karya: Dewi Puspita

Cerita di ufuk barat
Satu warna dalam penantian senja
Suara ratapan tercekik kesunyian
Sunyi yang menelan dendangan

Aku mabuk dan semakin tenggelam
Hanyut akan hangatnya senja
Senja yang menyimpan sepi
Penangkap bunyi bak mimpi

Aku jatuh hati kedua kali
Melihat kumbang menari
Seolah bahagia bersama senja yang mulai sirna
Dan kini senja semakin menikam sepi

Tasikmalaya, 14 April 2018


Diantara Fajar dan Senja
Karya: Dewi Puspita

Sepasang sayap suci yang tak mengepak
Menanti diantara fajar dan senja
Menahan luka yang semakin membiru
Tangis yang mulai pecah

Di antara tetes air mata
Keriput yang tak bisa disembunyikan
Diam-diam ia menunggu fajar
Menunggu dalam tengadah

Diantara do’a yang merayu
Sampai fajar nampak ia tak menampakan
Masih ada harapan senja untuk temu
Untuk lelaki yang tak kunjung nampak

Tasikmalaya, 14 April 2018


Manusia Tanpa Hujan
Karya: Dewi Puspita

Rinai rintik hujan
Gemercik tanpa jeda
Dengan lirih langit mengadu pada Allah
Perihal manusia yang membenci hujan

Bumi tak pernah membenci langit yang menangis
Tapi mengapa manusia membenci hujan yang turun?
Manusia yang tak pandai bersyukur
Harus dengan apa Allah ingatkan?

Kemarau panjang ,kah?
Panas terik tanpa henti, kah?
Atau dengan asap yang mengepul?
Bukankah hujan adalah rahmat dari-Nya?

Hujanku, aku bersyukur
Kau masih bersedia memberi kebahagiaan
Bagi penduduk bumi
Yang masih menantimu penuh do’a

Tasikmalaya, 14 April 2018


Biodata Penulis

Nama saya Dewi Puspita, saat ini sedang menempuh pendidikan di UPI Kampus Tasikmalaya urusan PGPAUD. Alamat: Jl. Kusnadi Belanegara Gang Soemabrata no 107 Kaum Kidul Ciawi Tasikmalaya. Pembaca bisa menghubungi penulis melalui
Email: dudewpuspita@gmail.com
WA: 085221558999


Komentar

  1. Subhanallah...
    Lanjutkan dew ...

    BalasHapus
  2. Puisinya sangat menyentuh sekali.. 👍

    BalasHapus
  3. Puisinya sangat menyentuh sekali.. 👍

    BalasHapus
  4. Selalu menjadi inspirasi semua orang, terus berkarya, jangan mengeluh, tetap semangat membuat karya yang keren😘😍 aku bangga punya sahabat yang selalu bersemangat dalam berkarya. Bangkit selalu untuk membanggakan orangtua, agama,negara, bangsa dll. Keep hamasah dudew 😘😍😇🙏💪

    BalasHapus
  5. Dudewwwku kereennnn�� lanjutkan!!❤

    BalasHapus
  6. Dudeeww,kerennn ����

    BalasHapus
  7. Dudew bagus , keren puisinya💕

    BalasHapus
  8. Selalu kereeen. Lanjutkan dung!��

    BalasHapus
  9. Duduuung. Kerennn subhaanalloh. Lanjutkan ��

    BalasHapus
  10. Keren teh udeww, lanjutkan ��

    BalasHapus
  11. Waa.. Teh dudew.!! 대박!😉

    BalasHapus
  12. Masyaallah..mantap...👍👍👍👍

    BalasHapus
  13. 😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...