~pen@hati”elma”~
Penantianku berteman doa
Pencarian beriring rasa takut kian berselimut
Perihal hati tak dapat terbaca oleh indra
Mampuku hanya merinduimu dalam diam
Karna cinta itu tak dapat terumuskan
Aku dan segenap kedunguanku
Bertahan dalam penantian
Wahai dikau malam…..???
Sunyimu tempatku merayu Tuhan
Aku yang fafa tiada rasa malu
Berharap seorok dada yang tak lelah berharap padamu
Kan ku jadikan dia bagian dari hidupku
Setidaknya biarlah ku tersenyum karna senyummu
Dan ku menangis karna tangismu
Bagaikan malam yang menitihkan embun pagi
Sudikah dirimu menemani lelah dan ria tawa
Dalam dunia yang teramat singkat ini
Ponorogo, 09/04/18
KAU DAN RINDUMU
~pen@hati”elma”~
Mengenalmu adalah peristiwa terbesar dalam hidupku
Bertimpal cerita dalam perkenalan
Sesak sesaat, detik menjadi waktu
Bayu hadir menancapkan rindu
Yang tak ku tau apa itu makna rindu
Namun aku merasa rindu
Dan rindu macam apa akupun tak tau
Melukis rindu dalam nyatapun aku tak mampu
Rindu….
Dari negri manapun aku tak menemukan alamatmu
Tapi rindu ini bersemayan dalam kelabu
Kadang aku menangis melepas rindu
Kadang aku tertawa dengan rindu
Tapi aku tak pernah bertemu denganmu rindu
Rindu…..
Dengarkan sayup rintihku
Temaram kelabu menutup kelopak mataku
Apakah kau tak iba melihatku
Mendongak membelai dedaunan
Mencari wujud halusmu
Ponorogo, 14/04/18
KEBISUANMU MENGHUKUM KU
~pen@hati”elma”~
Di sunyi malam aku punguti sisa kenangan yang kau tinggal
Kecup dikening membuatku hafal betul bau nafasmu
Aku luluh dialunan jemari saat kau rapikan poniku
Aku benar-benar kalah dalam permainan rasa ini
Nyatanya aku merintih dikekang rindu
Dan kau masih saja membisu
Aku serasa gila tanpa sapamu
Sambutlah salam maafku yang pernah membuatmu luka
Aku nyatanya lemah tanpamu
Tanpa manjamu, tanpa kasihmu
Tanpa tawamu, tanpa senyum simpulmu
Haruskah setumpuk kenangan ini ku pangku sendirian?
Bagai malam yang menimang rumbulan
Awan menggulung tanyaku dalam pekat
Rahim ibu pertiwi keruh tanpa jawabmu
Mengecaplah meski secepat kilat menyambar
Sebelum butiran luka berjatuhan hancurkan bumi
Namun siapakah yang ku hakimi?
Bukankah aku hanya memunguti kenangan yang tertinggal?
Ponorogo, 14/04/18
Biodata Penulis
Penulis dengan nama Elma Aryatik terlahir di Wonogiri pada tanggal 17 Januari 1998. Dengan nama ayah Sadi dan ibu tercinta Warsi. Kami sekeluarga bertempat tinggal di Desa Dukuh, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Pendidikan yang telah saya selesaikan di TK Dharma Wanita Ngagglik, kemudian SDN I Ngagglik, melanjutkan MTs-MA di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati, Kismantoro, Wonogori. Setelah lulus dari pondok pesantren saya kembali melangakah tuk menggali dalamnya ilmu menuju ladang di Ponorogo, tepatnya di IAIN Ponorogo mengambil jurusan Ekonomi Syari’ah fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Pernah bermimpi menjadi seorang penulis terkenal dengan nama pena ~pen@hati”elma”~ . berawal dari hal kecil aku ingin menajdi besar. Menulis adalah jembatan hati dan membaca adalah lentera hati itu semboyan saya.
No Hp/WA : 082133952628/085641029290
Email : aryatikelma@gmail.com
Facebook : Lelatul Husna
Sing penting yakin��
BalasHapusAmiiin... Bibarokatillah...
HapusAmiiin... Bibarokatillah...
Hapus