Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Fatimah;Rindu Dalam Secangkir Kopi

Rindu Dalam Secangkir Kopi 
Karya : Fatimah

Di pagiku yang dingin
Kau mendekat
Kurasakan sepi yang semakin kuat
Memekik hati yang tak berkutat
Ku seduh secangkir kopi hingga airnya menepi
Ku teguk bersama taburan gula yang memikat
Biar tak kurasa rindu yang mencuat
Lalu, kuhadirkan sekawan nada berirama
Mengalun merdu ditengah gundah gulana, untuk menutupi gegana
Ternyata, tidak hanya sepi yang mendekat
Kelabu pun berlari menghampiri
Sekejap pekaranganku dibasahi air langit
Membuat sepi dan rindu berkolaborasi menjadi satu
Sedang kopiku, habis
Mengalir ditenggorokkanku

Cipasung, 14 April 2018


Pekikkan Hati
Karya : Fatimah

Aku tak sedang bergurau
Aku hanya sedang risau
Hatiku sedang kacau
Tanda kelabu telah menghampiri
Galau itu membuat suaraku parau
Hujan telah berdesakkan dipipiku
Duhai
Aku iri pada tawa yang menggema
Aku ingin suasana ramai kota
Aku ingin hati yang berbunga
Juga ingin, ku jadi pengisi jiwa

Cipasung, 15 April 2018


Cerita Sederhana 
Karya : Fatimah

Cerita ini sederhana, menceritakan seorang wanita
Duduk manis berlipat tangan
Dengan beban bertumpukkan
Pulang mengembara membawa buah tangan
Pandangannya berkeliaran, mencari satu tujuan
        Cerita ini sederhana, menceritakan seorang wanita
        Duduk berjam-jam hingga berakar
        Matanya kelelahan, hingga mengangguk pelan
        Acap kali ia bergumam, meneriakkan kegelisahan
        Pikirannya jauh berkhayal, melewati keramaian
Cerita ini sederhana, menceritakan seorang wanita
Akarnya tak lagi memanjang
Keramaian ia hadang, kerumunan ia terjang
Bibirnya menyinggung anggun
Titik terang tlah ia temukan

Cipasung, 15 April 2018


Biodata Penulis

Fatimah. Kelahiran 99 di Ciamis. Seorang mujahiddah di Ma'had Cipasung. Telah menulis beberapa puisi dan cerpen. Cerpen dan puisinya pernah dimuat di surat kabar. Puisinya dibukukan dalam buku Nasional sinner -2018-. Pernah mengikuti beberapa event puisi. Fatimah bisa dihubungi via:  e-mail:  fatimasumardi@gmail.com  WA: 082316069874 ig: @fatimuachhh_  fb: ftum.ftmah@yahoo.co.id.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...