Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Hindun Sriwidiawati;Ibu Indonesia


Ibu Indonesia
by : Hindun Sriwidiawati

Jika kamu tak bisa jadi pepohanan yang rindang
Jadilah rumput hijau di musim semi
Rumput yang mampu menyenangkan si domba
Jika kamu tak bisa jadi berlian yang berkilauan
Maka jadilah batu kerikil di pinggiran sungai
Agar air mampu mengalir deras

Selalu ada sesuatu yang bermakana dari kita
Bukan tentang ukuran yang membuat berharga atau tidak
Bukan soal tampilan yang mambuatmu di inginkan
Namun tentang dirimu sendiri...
Apapun dirimu,  jadilah yang terbaik...
Apapun didrimu, jadilah orang yang bermanfaat
Terlebih untuk orang terdekatmu...

Sabtu, 14 April 2018


Ocehan Malam
by : Hindun Sriwidiawati

Tak terhitung berapa kali  purnama muncul dari peraduan
Aku tanya pada kesunyian kapan kamu pulang 
Aku tanya angin kapan kita akan jumpa
Seraya bintang dilangitpun berkelip kebingungan

Detik ini..
Aku enggan beranjak dari rinduku
Menunggumu... yang entah kapan akan kembali
Aku seorang sahabat dengan rindu yang teracuhkan..
Bukan karena tak seorangpun merindukanku..
Tetapi yang aku ingin hanya rindumu.. bukan rindunya

Batuan-batuan rindu ini takkan pernah pecah
Oleh hantaman palu seribu kali
Hanya dirimu yang mampu memecahkannya
Sahabat.. datanglah
Rasa inginku untuk bersamamu itu sangat lebih..
Walau hanya sesaat... aku teramat ingin


Sabtu, 14 April 2018


Pasti Pulang
by : Hindun Sriwidiawati

Gemuruh ombak semakin bersautan
Angin bergelut menyapu semua senyuman
Awan gelap kian berdatangan
Seakan waktupun ikut berlarian
Pertanda apakah ini ?
Tuhan aku tak sanggup..
Menatap mata mereka yang berbinar
Sedikit demi sedikt berbanjir air mata
Entah air mata haru...Air mata pilu..
Ataupun air mata bangga melihat diriku yang sekarang
Pelukan hangat mulai mencengkram
Kata pisah mulai berbisikan
Kata cinta mulai menggema
Senandung do’a mulai tersirat
Kian ku percepat langkah kakiku
Untuk menyusuri jalan cerita baru
Sedangkan mereka masih disini
Ku lambaikan tanganku
Setapak demi setapak aku mulai melangkah
Ku siratkan wajah harapan yang cerah
Ibu.. Ayah ...
Selamat tinggal..
Do’akan anakmu ini pulang ..
Membawa seribu manfaat bagi banyak orang

Sabtu, 14 April 2018


Biodata Penulis

Saya Hindun sriwiwdiawati , lahir di Tuban, Jawa Timur pada tanggal 17 Desember 1997. Saya menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi di Surabaya. Saya merupakan mahasiswi Jurusan Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya.
Saat ini saya mencoba mengembangkan keterampilan dalam dunia menulis, pada kali ini saya menulis puisi dengan tema “ Motivasi hidup,Rindu Kawan Lama, dan Perpisahan Antara Anak dan Orang Tua “ semoga puisi saya bisa diterima. Kritik dan saran diharapkan guna peningkatan kualitas penulisan selanjutnya.
Terima Kasih.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...