Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Imas Hanifah Nurhasanah;Kalau Kau Merasa

Kalau Kau Tidak
Imas Hanifah N



kalau kau tidak tahu
akan kuberitahu

masih dalam geliat waktu
yang kadang menyanderaku
pada sebuah seremoni semu


pakaian ini cuma pakaian
uang ini cuma uang
cantik ini cuma cantik
muda ini cuma muda


bakal hilang

dan aku merasa hidup begitu panjang
tapi usia sebenarnya cuma usia

bakal hilang juga

Tasikmalaya, 2018


Kalau Kau Percaya
Imas Hanifah N


kalau kau percaya ada cinta paling sejati
maka kau pun mesti percaya ada luka sejati


datang untuk mencongkel jantungmu
berperang dengan harapanmu


tapi sekaligus meyakinkan
sekaligus menentukan

siapa kau setelah menempuh luka itu

pemenang
atau pencundang

Tasikmalaya, 2018


Kalau Kau Merasa
Imas Hanifah N

kalau kau merasa hidup dengan cinta itu letih

maka hidup tanpa cinta itu perih

tapi sebenarnya, sejatinya, hidup bukan melulu soal itu

bukan pula melulu soal ini


hidup dengan luka dan cinta
dengan penerimaan yang lapang dan paripurna

ya, hidup bisa jadi lebih berat
tapi lebih berarti


jadi terimalah
relalah

Tasikmalaya, 2018


Biodata Penulis

Imas Hanifah Nurhasanah. Lahir di Tasikmalaya, 24 Desember, 1996. Tinggal di Rajapolah, Tasikmalaya. Penyuka jus alpukat ini, bisa dihubungi lewat akun facebooknya, Imas Hanifah N atau via Ig: hanifah_bidam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...