Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Imran Torisman;Perjalanan Bertuah

Perjalanan Bertuah
Penulis : Imran Torisman

Rentak kaki terus berpacu
Meninggalkan sisa – sisa kepayahan dulu
Meski tak sedikit yang menjadi sedan sedu
Menemani sisa usia yang mulai layu

Ingin kulupakan ini persinggahan keberapa
Telah cukup banyak, berserak –serak
Kini aku mulai tertatih mencari tempat bernaung
Hilir mudik jalan telah merimba

Temuilah aku siapapun engkau
Yang teringat akan kesejukan raga ini
Meski kenyataan menikam setiap nadiku
Hingga tak banyak keinginan ku lagi

Anjungan, 12 – 04 – 2018


Maafkan Anakmu
Penulis : Imran Torisman

Sedang masa terus berlalu
Kuamati wajah itu
Kusut dan mengalir gurat-gurat kelelahan
Dengan rentak langkah layu

Adakalanya kulihat ia menghela lelah
Bersembunyi diatas tilam yang tak lagi empuk
Mengusap air mata kelu
Diantara kelengangan malam

Dialah ibuku ...
Dia yang ketabahannya terus bertahan seiring denyut waktu
Menelan kepedihan menjalani hidup sendiri
Membesarkan kami dengan peluh dan asuh

Ibu...
Pinjamkan aku sebelah hati mu
Agar aku kuat menjalani hidup ini
Membahagiakanmu di sisa umurmu

Ibu...
Do’amu yang tulus
Semoga menjadi penerang jalanku
Ketika arah angin tak bisa kutebak
Maka rumah yang ada dirimulah tempatku kembali

Maafkan anakmu ini
Semoga setiap nafas yang kau hembuskan adalah pahala bagimu
Juga tiap tetes keringat yang kau cucurkan menjadi penghapus dosa untukmu
Amin amiin yaa rabbal a’lamin

Anjungan, 11 – 04 - 2018


Rahasia Itu Milikmu*
 Penulis : Imran Torisman

Ingin kubingkai cerita ini
Berfigura selendang putih
Meski sepuh nyanyian mati
Walau harus tersandar ditepian redup

Menelusuri jejak mu yang menjauh
Membuat ku tersesat dirimba yang gelap
Hanya rumput kebosanan
Serta lorong waktu yang tumbuh bersama keputusasaan

Kutinggalkan sisa langkah...
Tentang jejak pasir di dermaga itu
Telah buru-buru tersapu riak
Sebatas goresan angin
Layaknya simponi dedaunan kering

Simpan saja rahasia mu
Aku menyerah sejak kepingan terakhir
Silahkan kau lengkapi sendiri
Mulai sekarang tak kan kau temukan lagi
Karena aku telah terkubur
Oleh keraguan yang ku simpan sendiri

Anjungan, 09 – 04 - 2018


Biodata Penulis :

Saya adalah Imran Torisman, seorang Pemuda yang menyukai dunia literasi, menyibukkan diri bermain diksi dan menyulap fiksi sehingga orang berfikir ini benar adanya.
Awal saya menulis adalah ketika berada di bangku Sekolah Menengah Pertama, saya mencoba menulis tentang hal-hal disekitar dan perasaan yang saya rasakan.
Hingga kini saya masih belajar cara menulis yang baik dan bermanfaat, bimbingan dan kritik sangat saya perlukan demi menelurkan karya-karya yang menginpirasi dan berguna bagi masyarakat luas.

Fb : Imran Torisman
Wa : 0896 6304 0738



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...