Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Imroatul Habibatul Fitriyah;Masih Tentangmu

Marahnya Angin
Oleh: Imroatul Habibatul Fitriyah

Seperti semilir angin yang menyejukkan
Namun amarahnya begitu mengerikan
Angin
Terkadang aku ingin belajar darimu
Tak peduli sejauh mana engkau terbang
Di sana akan selalu memberikan kebahagiaan
Kenyamanan, dan manfaat bagi orang lain yang membutuhkan
Engkau mampu membawa burung-burung itu terbang
Menerbangkan layang-layang di atas awan
Engkau juga mampu mengalihkan awan yang begitu curam
Menjelmanya menjadi tetesan air hujan
Namun ketika kabut mulai bergelut
Sahutan petir yang mulai memerah
Seketika itu engkau berubah
Bak raksasa yang mulai marah
Takut.. semuanya takut
Semuanya terkejut dan bersahut saling menyebut
Innalillah
Kenapa engkau ini? Duhai angin.

Blitar, 15/04/2018


Kupu-kupu Kampus
Oleh: Imroatul Habibatul Fitriyah

Kampus elit
Bak istana di atas bukit
Tinggi menjulang ke langit-langit
Setiap orang memandangnya sengit
Namun sayang, politik kampus
Politik dan korupsi meraja lela di dalamnya
Semakin menyenangkan penguasa
Semakin menyengsarakan kaum biasa
Kami adalah kaum bawah, rakyat miskin dan tak elit
Mereka sering menyebutnya kupu-kupu kampus
Mondar-mandir tak terurus
Banyak yang berkata kami sombong, tak punya malu
Ya, itu memang kami, tapi kami komitmen
Fokus tujuan dan tak bertele-tele
Bukan jabatan dan pengakuan yang kami butuhkan
Karena kami di sini untuk belajar
Mengejar apa yang sepantasnya dikejar
Meneladani apa yang seharusnya diteladani
Kami tak seperti mereka yang suka diperbudak dunia
Hingga lupa dengan tujuannya
Tapi apa yang kami dapat tak sepantasnya
Keteladanan dan ketelatenan dalam berkarya tak berarti apa-apa bagi kaum penguasa
Mereka hanya memerlukan budaknya
Yang hanya mengandalkan title-nya
Bukan kami, rakyat biasa yang tiada guna
Tak adil, dipersulit, dan dipersempit adalah resiko kami
Sebagai kupu-kupu di kampus elit.

Blitar, 15/04/2018


Masih Tentangmu
Oleh: Imroatul Habibatul Fitriyah

Kamu
Adalah jawaban dari segala anganku
Kamu
Adalah wujud dari segenap ambisiku
Kamu
Adalah sepaket menu yang kuinginkan kala itu
Tapi itu kamu
Bukan siapa kamu
Kamu ada
Untukku
Kamu beda
Kamu sempurna
Tapi itu hanya kamu
Bukan siapa kamu
Pertanyaan yang sering mengganggu fikiran dan anganku
Membuatku bimbang dan terbelenggu
Hingga air mata pun terus terjatuh dikala ku memandangmu
Iya kamu,
Seseorang yang kusayangi
Atau bahkan seseorang yang ku kasihi
Seseorang yang memang patut disayangi
Oleh hati yang tulus
Bukan sekedar pemanis
Dan salah satunya adalah aku
Meski kadang merintih dalam tangis
Hanya agar kau tak tahu segala duka di balik kecemasanku
Berada di antara berbagai pilihan yang harus tapi tak dapat kupilih salah satu
Yaitu memang tentang kamu
Dan cerita kehidupanku.

Blitar, 15/04/2018


Biodata Penulis
20170410_125845.jpg
Nama saya Imroatul Habibatul Fitriyah. Saya lahir di Blitar, 01 Januari 1997. Alamat saya di Ds. Ringinanyar, Kecamatan. Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Namun saat ini saya tinggal di Bangkalan Madura karena saat ini saya masih menempuh pendidikan di Universitas Trunojoyo Madura jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Apabila kalian ingin kenal dengan saya lebih jauh, silakan hubungi WA saya (081515420015) atau email: imroatul.habibahh@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...