Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Maratus Sholikhah;Bayangan Cintaku

Bayangan Cintaku
Oleh : Maratus Sholikhah

Kau adalah pendar yang tak mampu kuhindar
Kau adalah debar yang menghasilkan getar
Esok hingga lusa kemana sosokmu akan kukejar
Terpaksa walau tak kuat aku harus bersabar
Akankah cintaku terus seperti ini
Hanya bisa melirikmu tanpa mampu mendekatimu
Saat kuberkata kau hanya diam menunduk menghindari
Padahal aku ingin mendengar merdu suaramu menyahuti
Hanya sabar yang bisa kukatakan pada diri ini
Menyimpan asa tanpa tahu kapan waktu kan tiba
Harapku seperti janji yang maha pencipta
Yang paling mencinta karena-Nya dijanjikan surga
Aamiin..


Tembok Berlubang
Oleh : Maratus Sholikhah

Hari ini ku ikatkan tali
Kukaitkan di dalam sanubari
Lalu kumasukkan ke dalam sebuah lubang kecil
Disebuah tembok besar nan kokoh
Aku pun memancing dengan tali tersebut
Berharap hatinya kan tertarik dengan umpanku
Akhirnya, yang kudapatkan hanya sebuah raut wajah
Tentu saja yang kupancing tersebut tak sadar
Dia telah terpancing
Namun, perlahan namun pasti
Kail tersebut berhasil masuk ke dalam hatinya
Ia pun ingin menghampiri sumber pancingan tersebut
Tetapi apa daya, tembok besar nan kokoh ini
Menghalanginya untuk mendatangi sumber tersebut
Tak lain tak bukan adalah diriku


Jangan Sia-siakan
Oleh : Maratus Sholikhah

Banyak orang ingin menghampiri
Disaat keadaan bising maupun sunyi
Tak mengharapkan engkau melarikan diri
Justru ia malah selalu peduli
Lalu apa balasanmu?
Apa hanya diam membisu?
Menebarkan rasa acuh tak pedulimu
Terhadap orang yang berusaha menyayangimu
Oh.. sungguh tega yang mendalam
Tak ada sedikit belas kasihan
Jangan kau sia-siakan
Dengan mereka yang sungguh perhatian
Jangan kau merasa sebal
Dan juga jauhi rasa kesal
Berikan kepedulianmu walau hanya sejengkal
Sebelum dirimu sangat menyesal


Biodata           :

Nama saya Maratus Sholikhah, lahir di Kebumen, 17 Januari 1999. Nomor Hp saya yaitu 085713346967. Ayah saya bernama Amad Basrowi dan Ibu saya bernama Supriyati. Keduanya seorang petani.
Tahun 2005, saya memulai pendidikan di MI Nurul Iman Kertodeso. Setelah lulus, saya melanjutkan di SMPN 1 Mirit sampai tahun 2014. Kemudian tahun 2014-2017, saya belajar di SMAN 1 Prembun. Sekarang saya tinggal di Salatiga untuk melanjutkan studi saya di Perguruan Tinggi.
Membaca dan menulis adalah hobby baru saya. Saya mulai suka membaca dan menulis setelah saya kuliah. Karena saya mengambil jurusan sastra, saya pun akhirnya mulai suka tentang kepenulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...