Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Muhammad Aidhul Bakri;Merdukan Syair Dalam Jiwa

Merdukan Syair dalam Jiwa

/1/
Duhai belahan jiwa
Mengurai indahnya rasa
Tertulis di atas secarik kertas
Bersama pena di sela jemari.

/2/
Tak ada mimpi tanpa lelap
Tak ada senyum jika tangis tiada
Tak ada bintang bila malam enggan bertahta.

/3/
Rindu menggelitik jiwa
Oleh gelora yang membuncah
Rasa menghentak nurani
Di antara cinta yang membara.

/4/
Merdukan suara
Walau ada serak di kerongkongan
Nyanyikan syair
Walau nadanya sumbang.

/5/
Jangan tengok keatas
Jika tak tau apa yang kau pijak
Jangan lihat kebawah
Jika tak pernah fahami bahasa langit.

/6/
Mari kita rangkai bait demi bait
Indahnya rasa di kedalaman jiwa.

/7/
Agar mata melihat indahnya
Agar telinga mendengar dawainya.
Agar hati memaknai senandungnya
Agar jiwa damai karenanya.

Menggumam “Merdukan Syair dalam Jiwa“

Medan, 11 Desember 2017


TEGUH

/1/
Tak kusadari
Resahku melangit
Diantara gugusan awan,
         
            /2/
           Tentang rasaku
          Yang kian membiru
           Memburu degup jantungku,

/3/
Dan aku tetap disini
Di lingkaran tempatku berdiri
Dengan segenap keteguhan hati

Yakinkan hati mu sepenuhnya kepada Allah.

.. Medan, 19 April 2018


Cerita Bumi Papua

/1/
Terumbu bersenandung di kedalaman palung
Merajut kasih tak pernah urung
Ombak memburiak bersorak ria
Merayakan bahagia dikala senja.

      /2/
      Alamnya kaya berkilau terang
      Emas,berlian beserta intan
      Menarik jiwa datang melanglang
      Menikmati karya sang Tuhan.

/3/
Berisi rentetan juang pribumi yang memelas
Berpadu kohesi limpahan arta di pelupuk bumi
Sarut menyarut dengan kedangkalan pikir
Dialah butala permadani di ujung Timur Negeri.

     /4/
     Debu merengkuh di kolong ketertinggalan
     Politik tercekik kian tersisihkan
     Kelam kabut pendidikan
     Gizi buruk menyerang lagi meradang.

/5/
Pekikan terkucilkan; sedang khazanah melimpah ruah
Pribadi teralienasi memasung kemajuan.
Mampu bergerak mungkin solusi
Namun Papua mesti memiliki tangan penopang.

Pada “ Cerita Bumi Papua”

Medan, 14 April 2018.

Biodata Penulis :


Bernama Muhammad Aidhul Bakri, Seorang pemuda Islam yang mempunyai hobi menulis dan membaca buku. Menduduki Kelas XI di salah satu Sekolah Swasta Medan. Alhamdulillah, memiliki buku terbit “Antologi 100 Puisi “ Karya 2 penulis Sma.
Selebihnya bisa info : Fb : @Mudhrialmaktoum
                                    IG : @muhammad.aidhulbakri
                                    WA : 0853-6165-3320
                                    Email : ( bakrikortum@gmail.com )
Berharap “ Semoga Ku tersemogakan agar karyaku bermanfaat, dikalangan anak muda.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...