Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Rahmah;A



CINTA??
Oleh : Rahmah

Suatu hari, aku bertanya pada matahari apa itu cinta.
Ia jawab cinta adalah berani berkorban
Lalu, aku beralih pada bulan. Aku tanya apa itu cinta.
Ia jawab cinta adalah kesetiaan
Aku ke hujan. Kutanyakan jua apa itu cinta.
Ia jawab cinta adalah tidak takut untuk jatuh
Aku tanya lagi pada bintang apa itu cinta.
Ia jawab cinta adalah memberi cahaya tanpa perlu dilihat
Aku tanya pada air apa itu cinta.
Ia jawab cinta adalah mengikuti arus
Aku tanya rumput apa itu cinta.
Ia jawab cinta adalah setia tumbuh walau berkali-kali diinjak
Aku juga bertanya pada sepasang remaja.
Mereka jawab cinta adalah saling memiliki
Aku tanyakan pada pasangan halal.
Mereka jawab cinta adalah pembuktian
Lalu, apa makna sebenarnya dari cinta itu?

Pammana, 04 Januari 2018


A
Oleh : Rahmah

Entah rasa ini bernama apa
Senantiasa berlumur menjadi asa
Setiap kali tergores oleh luka
Tak membuatnya jera
Entah rindu ini menginginkan siapa
Kala jarak menyisihkan ruang
Terlaksana temu dalam riang
Pun ia tak merasa biasa
Entah berapa lama lagi harus menua
Dalam kesunyian yang sepi
Akan hadirnya seorang diri
Merubah pilu jadi tawa

Pammana, 06 Januari 2018


LUKA
Oleh : Rahmah

Aku menatap jingga yang perlahan lenyap
Diatas hamparan biru tanpa celah
Sebersit nestapa mulai tertawa
Sedang kenangan terang-terangan mengejek
Lalu disusul cairan bening yang mengalir begitu saja
Perlahan
Ingatan dengan tega mengiris luka
Tanpa belas kasih menorehkan lagi
Satu.
Dua.
Tiga.
Emp—
Hentikan!
Iya! Aku kalah.
Akan rindu yang datang tanpa kuingin
Lalu tanpa rasa bersalah menerobos
Menyita segala bahagia
Apa yang sebenarnya kau ingin, tuan?
Takkah kau kasihan pada jiwa ini?
Takkah kau iba pada perasaan ini?
Jika inginmu sebuah luka
Selamat!
Karena lukamu itu,
Aku seakan lupa caranya menghirup oksigen

Pammana, 18 April 2018


Biodata Penulis

RAHMAH. Wanita ini lahir pada tanggal 23 Agustus 2001 dan kini sedang menjalankan salah satu kewajibannya, yaitu menuntut ilmu di SMA Unggulan yang ada di tempatnya dan duduk di bangku kelas 2. Perempuan yang masih berusia 16 tahun itu tinggal di salah satu desa yang sangat terpencil yang berada di kawasan Pammana Kabupaten Wajo, berjarak kurang lebih 200 km dari kota Makassar. Mempunyai hobi menulis sejak bangku sekolah dasar dan sangat menyukai hal-hal yang berbau sastra.
Facebook : Rahmah
Instagram : @rah.mahh
Wattpad : Rhmhbf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...