Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Regina Dani Suhanda; Hati Untuk Ibu

Sepi Yang Hampa
Oleh: Regina Dani Suhanda

Aku pernah berjalan
Dalam lorong gelap
Dalam sunyinya malam
Saat redupnya sinar bulan
Aku pernah merasa sendiri
Menatap langit penuh bintang
Mendengar nyanyian alam
Melekik merdu dalam hati
Lalu aku melihat cahaya
Begitu silau
Begitu terang
Itulah KuasaNya
Dzat yang membangkitkan aku
Yang menemaniku
Aku bangkit atas KehendakNya
Dalam kesunyian dan Kehampaan Hati
2018


Hati untuk Ibu
Oleh : Regina Dani Suhanda

Suara merdu ku dengar
Pagi hari yang indah
Saat melihat wajahmu
Saat peluh itu menetes
Aku disini bersamamu
Aku bersama hari tuamu
Aku menggandengmu
Aku menuntunmu
Ibu.....Ibu
Kau menahan lapar untukku
Kau menahan tangis
Agar aku tak melihatmu bersedih
Ibu........
Kau menahan sakit
Kau begitu menderita
Memikul  beban hidup yang berat
Hatimu yang murni
Belaian hangatmu
Kasih sayang lembutmu
Elok paras wajahmu
Aku ingin berjumpa
Aku ingin ikut bersamamu
Agar kau tak sendiri
Merasakan kerasnya hidup
2018


Fajar
Oleh : Regina Dani Suhanda

Untuk fajar yang kurindukan
Untuk cinta yang berdenyut dalam nadi
Untuk kasih tak sampai
Untuk sayang yang kuucap
Begitulah mata pisau menusuk relung hati
Semua membisu
Semua terdiam
Begitu sakit ku rasa
Langit biru menjadi jingga
Tetap fajar yang kurindukan
Aku rindu ......
Fajar juga tak kunjung datang
Tarik aku dari sini Fajar
Desak tangisku tersedu-sedu
Dalam sudut malam 
Aku rindu......
2018


Biodata Penulis

Penulis kelahiran Bangkalan,Madura, 15 Maret 1997 ini bernama Regina Dani Suhanda. Tercatat sebagai mahasiswi S1 Ekonomi Islam di Universitas Negeri Surabaya dengan alamat tinggal Jl.Jokotole No 22 Bangkalan.Aktif dibidang literasi dan dalam organisasi kampus .Untuk kritik dan saran dapat menghubungi 081330146319 .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Fatimatus Sya'diah;Bagiku Kamu

Antara Ada Dan Tiada Penulis: Fatimatus sya'diah Sejenak garis tipis itu mulai membentuk, Menyeringai tanpa mengerti Mungkin sebab tak lagi mau dicari, Berhenti mencaci tentang rasanya yang tak diyakini. Memilah gengsi dari rangkaian rasa dihati Untuk keberanian yang kau cipta dalam untaian kata, Yang kucerca dgn kata tanpa terduga Untuk perhatian yang kau tuang dalam secangkir kopi, Yang membuatku seketika merasa percaya akan hati Untuk tawa pengertian yang kau sajikan dalam ketenangan Yang membuatku k esal akan tatapan Untuk rela menjadi telinga dalam tiap suara, Yang seketika hadirkan rasa yang tiada dalam kamus rasa Terima kasih, Untuk rasa yang tak pernah terbaca walau selalu dirasa Pekanbaru, 28 April 2018 Sama Dengan Payah Penulis: Fatimatus sya’diah Ketika kata menjadi fatamorgana Hilang dalam rasa Ingin sampaikan makna namun samar dalam oase lara Masih sama dalam asa Meski memudar dalam raga Masih dengan gerutu sang pendusta Walau t...