Sajadah Sorgaku
Oleh : Resita FitriaHeningnya malam yang menusuk
Lirihku tersampai pada jemari do’a
Dengan lincahnya, ingatku menari hebat disana
Ini tentang ribuan hari yang paling berarti
Tentang kerumunan masa yang sangat bermakna
Adalah khidmat dalam panggilan-Nya
Sebaik-baiknya manusia yang ada dibumi
Aku hanyalah dosa yang semakin menjadi
Menyelami ribuan arti,
Kian tenang ku jumpa disana
Dalam lantunan tasbih yang untuk-Nya
Menjelma menjadi butir airmata
Untuku,yang kau sebut si pendosa
Aku bergerak maju
Mencari jalan-Mu, nestapa akan amalku
Ini mampuku
Dalam sujudku, mengharap ampunan-Mu
Sajadah sorga ku.
(Tasikmalaya, 12 April 2018)
TIADA AKHIR
Oleh : Resita Fitria
Teruntuk derai do’a yang tak pernah habis
Jua setumpuk kasih yang tak pernah pamrih
Sebanyak langkah manusia lalu lalang
Sejauh burung-burung berterbangan
Teruntuk derai do’a yang usai kau lalui
Kasihku, takan habis tercurah
Terimakasihku tak akan cukup untukmu
Walau
Semerdu-merdunya alunan lagu
Seindah-indahnya bait puisiku
Itu tak akan mampu
Tiada akhir…
Untukmu, ummu ummu ummu
(Tasikmalaya, 12 April 2018)
Menuju Jingga
Oleh : Resita Fitria
Teruntuk rasa yang bermetamorfosa
Haruskah ku absen disetiap detiknya
Hingga tak gagal dalam fahamnya
Bahwa tertabur sekeping cinta
Bukan hanya sebatas senja
Datang mengkilaunya,
Dan pamit setelah habis waktunya
Dan semoga, ini abadi menuju jingga
Tak habis walau dipandang dalam ribuan kali kedip mata
Itupun jika bersama
Selebihnya hati bertanya
Apa aku hidup disetiap do’anya
(Tasikmalaya, 12 April 2018)
Biodata Penulis
Resita Fitria, begitulah nama indah untuk saya yang digelarkan oleh ayah dan ibu pada tanggal 20 Januari 1999, di Tasikmalaya. Saya bertempat tinggal di Jln.Tundagan, Kp. Pendeuy, Rt.005/Rw.018 kel.Linggajaya, kec. Mangkubumi Kota tasikmalaya 46181 (083827552841) Dengan penuh syukur dan do’a. Mengenai karir, saya bukanlah penulis yang hebat merangkai kata. Namun sejak adanya luka, saya mulai faham tentang menuaikan rasa melalui goresan pena yang berbuah prosa. Singkatnya, saya hanya manusia yang usai diulur waktu, dipermainkan kata. Namun, tak lelah dan tak bosan untuk berkarya dalam luka. Perihal pendidikan, dengan syukur yang mendalam dan berbangga hati saya bisa menjadi bagian keluarga alumni MAN 2 Kota Tasikmalaya, dan sekarang saya adalah seorang Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi yang berada di Kota Ciamis, hamdallah beribu hamdallah yang tak akan habisnya rasa syukur tercurah. Dengan segala kerendahan hati, saya menulis puisi dengan sadar dan tulus dari hati, jua berkat semangat darinya. Manusia yang ada dibumi.
Komentar
Posting Komentar