Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Sitti Hajar;Dia

DIA
Oleh : Sitti Hajar

Abaikan perihal perasaan
Fokus pada satu titik temu
Antara Aku dan Dia
Yang dipertemukan pada masa-masa indah
Saat bebanku telah terlunasi
Oleh bulir-bulir air mata haru kedua orang tuaku
Melihatku berdiri tegak
Bukan memegang ijazah ataupun surat kelulusan
Melainkan ...
Ilmu yang berkah
Ilmu yang amanah
Ilmu yang bisa tuk dipertanggung jawabkan
Kelak...
Aku menginginkan “Dia”
Bukan sosok lelaki utamanya
Bukan teman yang wajahnya penuh kemunafikan
Melainkan “Dia”
Ku ulangi sekali lagi ...
Dia ...
Yang aku semoga kan

Parepare, 15 April 2018


Pesan Teruntukmu Saudariku
Oleh : Sitti Hajar

Wahai saudariku muslimah ...
Tahukah, engkau ?
Rambutmu adalah mahkota
Begitu berharga dan bernilai
Sehingga patut tuk dijaga
Jangan kau biarkan terbuka
Wahai saudariku muslimah ...
Maukah, engkau menutupinya ?
Agar terlihat anggun dan terjaga
Terhindar dari pandangan syahwat lelaki ajnabi
Dengan murah memandang indahnya juntaian rambutmu yang terurai
Sungguh sayang, rambutmu dibiarkan diterpa angin
Jagalah keindahannya dengan jilbab yang menutupi
Bila dipandang sangatlah menyejukkan hati

Mosque  Quba Parepare, 15 April 2018


Anomali
Oleh : Sitti Hajar

Anomali ...Tingkahmu belaga-belagu
Menari-nari memakai sepatu heels
Menggenggam gelas penuh isi belatung
Mengerikan ...

Ku kiranya tadi minuman
Seketika berubah menjadi belatung yang menjijikkan
Ku kira tadi berisi koin emas
Hahaha,aku akan menjadi paling kaya sejagat raya

Berlari menjauhi kota agar tak ada yang mencegat
Musuh tak hentinya mengejar-ngejar sukmaku
Menginginkan darah perempuan sebagai tumbalnya
Darahkulah yang diinginkannya
Parepare, 23 Maret 2018


Biodata Penulis

Sitti Hajar lahir di sengkang , 29 Mei 1998 sekarang tinggal di kota parepare dan merupakan seorang mahasiswi di STAIN Parepare dan mengambil Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam. Sangat suka merangkai kata dan dunianya dihabiskan dengan membaca dan travelling.  Satu kata penyemangat hidup “Manjadda Wajadda” Fb : Sitti Hajar, Email : sittihajar2998@gmail.com. Contact person/WA : 085393909429





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...