Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi St. Nur Rahmi Idris; Pengantar Senja

PENGANTAR SENJA
Karya : St. Nur Rahmi Idris

Di bawah megah merah ini Pak
Kutenggelam dalam kubangan kenangan
Kusaksikan kisahmu dan kisahku berlakon
Di permukaan danau yang sejak tadi di hadapanku
Kenestapaan pun singgah kuras habis air mataku

Di bawah langit ini Pak
Kuterpaku di hadapan cakrawala
Kini benakku tak henti berkelana
Mengitari imajinasiku di kepala
Sembari menerka sederet cerita

Aku di sini Pak
Hanya bisa berkhayal dirimu kembali
Bathinku kerap kali memekik
Ingin suarakan luapan aspirasiku
Tapi sayang Pak
Amat mustahil kita dapat berjumpa

Kini mentari mulai menyelam tak lagi ditutup awan
Lalu lukiskan mega merah menawan
Kisah yang tadi kuceritakan
Biarlah hanya sebatas kenangan

Barembeng, 25 maret 2018


MANUSIA
Karya : St. Nur Rahmi Idris

Di tengah derasnya derai air mata
Terlihat wajah-wajah heran di sekitar
Mereka seolah tak percaya
Akan tingkahku pada ikhwal yang tengah menimpa

Hufft... ketahuilah
Aku itu hanya bisa menghela nafas
Jika takdir Tuhan buat hatiku getas
Mungkin orang lain tak menganggapnya berat
Namun ragaku serasa terjerat begitu erat

Memalukan memang
Lembaran hidupku sekarang
Aku tak mampu angkat muka
Dan hanya bisa tertunduk menahan luka

Perih rasanya
Namun kusahakan tegar tuk sementara
Jika ku tak punya sesuatu tuk menyeka
Luka yang tergores di dada
Tak apalah kusimpan dahulu dalam lembaran duka

Aku yakin aku mampu bangkit
Dari ganasnya wabah duka yang menjangkit
Ku tak akan lelah berusaha
Begitu pun dalam do’a

Barembeng, 1 april 2018


INSYAF
Karya : St. Nur Rahmi Idris

Untukmu insan tersakiti
Segala maaf kupanjatkan
Akan lisan dan perangaiku
Yang sempat mengiris batinmu

Engkau begitu menyayangiku
Namun aku malah menghardikmu
Engkau begitu halus
Namun ku selalu menggertakmu

Pelumu yang tak henti menetes
Karena sengatan mentari yang merembes
Susah payah kau seka
Namun tetap saja berjebah

Sulit kunafikan perangai kasarku
Tak jarang sesal menghantui
Namun entah mengapa sikapku sukar luluh

Tolong maafkan daku
Aku lemah, aku menyesal
Aku tak tahu harus apa

Barembeng, 1 april 2018


BIODATA 

Nama lengkapku St. Nur Rahmi Idris, saat ini aku tengah duduk di kelas 1 SMA NEGERI 2 GOWA. Aku tinggal di Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo, kabupaten Gowa. Aku bisa dihubungi melalui e-mail rahmyidris@gmail.com.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...