SEPOTONG KISAH DI BATAS SENJA
Oleh: Suci Anadila NurkaromahTerhanyut aku dalam alunan rindu yang berbalas pilu.
Terbuai dalam asa yang berbalik luka.
Kini ku berdiri di sudut hari, sepi, hanya berteman lembayung senja.
Pohon rindu di sebelahku tersibak tiupan angin, menggugurkan daun-daun kenangan.
Ku tertunduk lesu, seketika terpaku, terbayang lengkung senyummu.
Mungkin kaupun tak sadar, ku selalu mengintai bayangmu.
Ada sedikit harap kau akan mengerti, bahwa luka itu ada meski tak berdarah.
Jingga senja itu telah menghitam di batas horizon, semoga membawa serta pergi cerita ini.
(Majalengka, 6 April 2018)
-----------------------------
MASA LALU
Oleh: Suci Anadila Nurkaromah
Kita hanyalah kemarin.
Kita sebatas angin yang berhenti berhembus.
Kita adalah kenangan.
(Majalengka, 06 April 2018)
-----------------------------
MASA DEPAN
Oleh: Suci Anadila Nurkaromah
Kita bertemu kemarin untuk saling berhenti mencari.
Kita serupa angin sejuk pagi hari.
Kita bersama merangkai kenangan.
(Majalengka, 06 April 2018)
Biodata Penulis
Nama lengkap saya Suci Anadila Nurkaromah, lahir pada 17 April 1997. Mojang asli Majalengka – Jawa Barat dari keluarga sederhana, anak sulung dari empat bersaudara. Bisa hubungi saya melalui twitter/IG @sucianadila17 dan email di sucianadila17@gmail.com.
Komentar
Posting Komentar