Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Sufitri;Getaran Hati

Getaran Hati
Karya: Sufitri

Aku yang terbangun dalam tidurku
Bangun menelusuri waktu
Waktu yang terhenti tanpa rasa
Hatiku bergetar tak tahu mengapa...
Ketika kumendengar senandun rindu rintisan hujan
Rintisan air kehidupan
Yang dapat dirasa
Dapat terlihat
Namun...
Tak dapat digenggam...
Hanya dapat terserap sari pati bumi
Tetesan airnya yang beruntun
Meletup-letupkan dedaunan hijau Nan kokoh
Hingga membuatnya terjatuh
Dan tertunduk sujud dalam munajat cintanya kepada sang maha cipta
ILLAHI RABBI


TINTA HITAM
Karya: Sufitri

Ku goreskan tinta hitam ini dikertas putih
Agar engkau dapat mengerti...
Goresan tinta hitam yang ku tulis dikertas putih ini
Sudah lama ku tulis tinta hitam ini
Dan sudah terlalu lama ku memendamnya
Tak pernah, ku berani ungkapkannya
Tak pernah, ku berani tuk menjelaskannya
Hanya dikertas putih inilah aku berani mengungkapkannya
Tinta hitam yang sudah lama aku pendam
Waktu demi waktu
Hari demi hari
Selalu ada perubahan dan selalu ada perbedaan
Tapi, itu semua tidak dapat merubah goresan tinta hitam
Yang sudah tertulis dan sudah melekat didalam kertas putih ini
Yaitu NAMA MU


Doaku
Karya: Sufitri

Ya Rabb
Kini ku datang memenuhi perintah Mu
Kini ku datang dalam kesedihan
Dan kepedihan yang amat dalam
Ya Rabb
Aku tahu...
Aku salah
Aku berdosa dan hina
Aku hanya datang disaat sedih
Disaat tidak ada lagi sandaran
Hanya kepadaMu aku mencurahkan isi hati ku
Hati ku yang menjerit
Tangisku tak terbendung
Hanya kepadaMu ya Rabb
Aku memohon meminta padaMu
Panjangkan lah umur kedua orang tua ku
Jangan kau ambil nyawa mereka
Bila kau hendak mengambilnya
Ambillah nyawaku
Jangan
Jangan
Jangan kau ambil nyawa orang tua ku
Karena aku tak ingin kehilangannya
Karena aku tak sanggup untuk menerima kenyataan
Karena aku sayang orang tuaku


BIODATA

Nama : Sufitri
Tempat,tanggal lahir: Tangerang, 26 Desember 1995
Alamat : Kp. Baru Cakop RT.017/RW.004, Ds. Pangarengan, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten
Penulis tercatat sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Jurusan Pendidikan Matematika.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...