Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Ukasno;Mimpi Buruk

Mimpi Buruk
Karya, Ukasno

Didipan yang empuk itu, aku mulai tertidur
Semua menjadi gelap, hening serta
Jiwa-jiwa yang tenang, mulai sunyi menemukan kisahnya
Seketika mimpi buruk datang menjenguk

Memelukku dan tak mau lepas
Mencekikku dengan rasa ketakutan dan kegelisahan
Yang semuanya menjadi satu dan kian meradang
Ku tak sanggup untuk digenggam seorang diri.

Akupun tak tahan menanggung semua itu.
Ingin ku hempas semua rasa yang telah menyelimutiku
Adakah yang mau membantuku dari jeratan rasa ini?
Ku rasa kau. Orang yang diujung cahaya sana.

Kemarilah…
Maukah kau menghancurkan dinding itu, dan menarikku keluar?
Dari ketakutan dan kegelisahan yang aku rasakan
Dia kian mendekat, aku tak mampu melihatnya
Dia begitu bercahaya dan menyilaukan mataku

Tangannya terjulur dan kugenggam dengan kuat
Seketika semua menjadi ringan
Dan fajar mulai menyingsing diufuk timur
Aku terbangun dan semua mimpi-mimpi itu menjadi sirna

Kolaka, 23 April 2018


Kangen akan dirimu
Karya, Ukasno

Aku kangen dengan caramu menatapku
Menatapku dengan rasa kehangatan
Aku ingin selalu bersamamu
Tetapi kau telah mengakhiri semuanya

Aku kangen dengan caramu tersenyum
Senyum penuh arti yang menyenangkan
Suaramu memberiku semangat baru
Tetapi semuanya telah kau akhiri

Aku kangen dengan caramu berjalan
Menggenggam tanganku dengan lembut
Bersenda gurau dan tertawa bersama tanpa beban
Tetapi semuanya tinggal kenangan

Ini adalah ungkapan hatiku yang paling dalam
Wahai belahan jiwaku yang ku kasihi
Sekarang aku kehilanganmu, menggores luka dihatiku
Rasanya sangat menyakitkan tapi ku tak mampu mengendalikannya
Semoga kau tahu, disini aku kangen akan dirimu

Kolaka, 24 April 2018


My Love
Karya, Ukasno

Butir-butir cinta merebak didalam jiwa
Semua terasa menjadi indah dalam ingatan
Cintamu yang kau lukis dilubuk hatiku
Tak akan pernah lekang oleh waktu

Bagai sepasang burung merpati putih
Yang keduanya saling setia dalam mencinta
Hanya maut yang bisa memisahkan
Seperti itu juga cintaku kepadamu

Aku ingin cintaku kepadamu seperti bunga Edelweis
Yang selalu abadi walau waktu terus berjalan
Ingin rasanya, ku daki gunung bromo
Dan memetik setangkai bunga Edelweis untukmu
Sebagai tanda, begitu kuatnya cintaku kepadamu

Kuharap kaulah sesungguhnya belahan jiwaku
Yang akan mengisi kekosongan hatiku
Akan selalu menemaniku dalam suka maupun duka
Dan kupercaya Tuhan akan merestui hubungan kita

Kolaka, 25 April 2018


Biodata Penulis

Ukasno, biasa disapa ukhas. Lahir diKendari, 6 Nopember 1992. Tercatat sebagai Guru Non-PNS di SDN 2 lalombaa selama 7 tahun. Sekarang tinggal diPerumnas lalombaa Blok A No. 110. Kel. Lalombaa, Kec. Kolaka, Kab. Kolaka, Prov. Sulawesi Tenggara. Tahun 2018 ini ia menjuarai peringkat 3 lomba menulis cerpen Deradikalisme khusus guru-guru SD se-Sultra yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Sosial (LIPPOS). Kontak, No. HP/WA: 085340894909 , E-mail: Lukhasnovember@gmail.com , FB: Lucas Ucas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...