Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Veni Suryani;Senja Yang Telah Berlalu

Senja Yang Telah Berlalu
Karya : Veni Suryani

Kamu datang dengan membawa pesona..
Yang membuatku enggan mengkedipkan mata..
Warna indahmu membuatku terbawa suasana..
Hingga aku merasa terbang keatas sana..
Warna jingga dipelupuk mata..
Membuatku merasa terus jatuh cinta..
Tawa serta ceria dirimu membuatku bahagia..
Membawa sejuta keindahan seperti senja..
Semakin aku jatuh cinta..
Tak lama engkau terus ada..
Semakin lama pudarlah warna sang jingga..
Yang membuatku jatuh terluka..
Kau seperti senja yang telah berlalu..
Datang seketika membawa pilu..
Sekejap mata memandang engkau telah berlalu..
Meninggalkan ku sendiri dengan penuh rindu..



Sang jingga penuh cerita
Karya : Veni Suryani

Ingatkah kamu yang sekarang entah dimana..
Ketika  dua pasang kaki berjalan untuk terus bersama..
Kedua tangan yang saling menggenggam cinta..
Janji setia yang terucap antara kita..
Tawa indah bingkai hari kita..
Menatap indah teduhnya sang jingga..
Dan sang jingga menjadi saksi cinta kita..
Janji setia kita untuk selamanya..
Setiap hari kita lewati bersama..
Dengan cerita yang penuh warna..
Kamu membuatku bahagia..
Ketika aku dan kamu menjadi kita..
Rasa cinta yang kupunya tetap sama..
Walaupun sekarang aku tidak tahu engkau dimana..
Yang aku tahu cintaku tetap nyata..
Seperti sang jingga penuh cerita..



Kamu adalah senjaku
Karya : Veni Suryani

Kamu adalah senjaku..
Indah teduhkan rasa dihatiku..
Membuat aku merasa tak bisa jauh darimu..
Warna cintamu seindah warna jingga itu..
Kamu adalah senjaku..
Datang dengan indah namun tidak untuk tetap tinggal bersamaku..
Kamu datang bukan hanya untukku..
Kamu datang untuk membuat semua orang terpesona padamu..
Kamu adalah senjaku..
Datang bersama suka dan pergi meninggalkan duka..
Indahmu hanya sementara..
Dan yang kau tinggalkan hanyalah cerita dusta..
Kamu adalah senjaku..
Yang kini telah menjadi senjanya..
Membuat dia terpana oleh indahmu..
Tanpa kau tahu siapa yang telah tersakiti olehmu..

Pangkalpinang, 16 April 2018


Biodata Penulis


Nama saya Veni Suryani, saya lahir di Kota Bandung 14 November 1999 sekarang saya tinggal di Bangka Kota Pangkalpinang saya kuliah di Universitas Bangka Belitung Semester 2 Jurusan ekonomi. Alamat saya di Jalan Yossudarso Gang Palapinang 1 Gabek 2 dan Contact Person saya bisa menguhubungi 088276418856 atau bisa menghubungi ke email saya venisuryani@gmail.com. Saya mempunyai hobby menulis seperti puisi dan cerpen dan saya juga hobby membaca novel saya anak dari 2 bersaudara saya anak pertama dan saya memiliki satu orang adik laki-laki. Saya sangat menyukai senja karena bagi saya senja sangat menenangkan maka dari itu saya menulis puisi bertema senja.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...