Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Yuliya Mawaddatul Athiyah;Asing di Tempat Diri Sendiri Terlahir


Kepada Perenggut Senyum
Yuliya Mawaddatul Athiyah

Aku benci masam
di bawah langit bintik hitam
Suram...
Lidahku bekam

Bintang berkilah ditanam dalam
Kirana berlabuh lemas tajam
Suram...
Aortaku tinggal hantam

Jangan beri aku gemerlap tiram
Apabila kau buat tenggelam
Jangan beri aku candra pualam
Apabila engkau tak menghendaki karam
memakan wujud berkelana muram

Asaku hanya bulir semiang kalam
yang masih menagih pelitamu di taman kelam lebam
Aku teguh bermakam

Apakah bayangmu masih melukis di senja seram
Ataukah kakimu merangkul gelam malam
Aku tidak paham

Wahai hatimu yang menapaki pilihan suram
Jangan biarkan ragamu ditiup sakal buram
Karena aku tak berani menyulam anapes salam
Karena jentaka tak kuat lagi menyelam

Tulungagung, 13 April 2018

 
Kabut
Yuliya Mawaddatul Athiyah

Minggu
Beratmosfer abu-abu
Pakai udara campur bulu
Menyumbat waktu untuk terpaku
Lakon rahu yang melarau

Daku
Berkukuh bulan masih menunggu
Di penghujung melodi sayu
Namun matahari sudah menipu
Si perak madu melenggang pergi
Meninggalkan cerita kelu

Tulungagung, 01 April 2018



Asing di Tempat Diri Sendiri Terlahir
Yuliya Mawaddatul Athiyah

Tak satu insan pun dapat berkata:
Aku tau apapun
Bahkan hatimu yang dijahit rapi
beserta kepingan manis-manis madu
Atau jantung yang darahnya bak tersumbat
peluru asam terkutuk
Tak seorang pun dapat berkata maaf
Tanpa membuat luka

Tempat ini keras
Orang berjalan menatap bayangannya
Pikiran mereka ditelan platinum gambar anonim
Dunia ini keras
Dengan banyak orang peduli
Dibalik kata “aku benci kamu”

Mojokerto, 22 Agustus 2017



Biodata Penulis

Assalamualaikum Wr. Wb

Izinkan saya memperkenalkan diri
Saya Yuliya Mawaddatul Athiyah, namun biasa dipanggil Yumah. Saya lahir di Trenggalek, 14 Juli 1999. Awal saya menulis puisi di tahun 2013 dengan judul Cahaya Hati yang membuat saya berkeinginan terus untuk menulis setelah mendapatkan banyak senyum dari teman-teman saat saya membacakan puisi tersebut. Sekarang saya menjadi mahasiswi di Institut Islam Negeri Tulungagung dan mencoba mengembangkan kepenulisan setelah mempelajari banyak hal saat kuliah. Saya bertempat tinggal di Gg. Penarip 2/23A, RT04/RW01, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Dan saya bisa dihubungi dengan nomor 0881-9026-763.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...