Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Feti Rochmah;Kehancuran

KEHANCURAN
(Feti Rochmah)

Simpang siur suara syair yang keluar dari badai
Sayup-sayup jeritan anak gadis yang tak tahan akan perkawinan
Taklah ia menikah jikalau perutnya tak bunting
Sebuah kepercayaan yang ia pecahkan melalui mahkotanya yang  berharga
    Seakan dewa marah akan kehinaan yang ia lakukan
    Namun,,,,,
    Suara syair keluar dari bungkus tebalnya kabut badai
    Syair yang keluar bagai sebuah telur yang dikeluarkan dari induk ayam betina.
    Begitu legah dan membuat sebuah harapan.
         Mengupas satu persatu hati yang kalut akan kesedihan
         Menyisihkan keikhlasan dan sebuah senyuman
         Syair-syair itu begitu kuat hingga melelehkan timah yang kokoh.

23 April 2018


SANG BEDEBAH
(Feti Rochmah)

Bedebah-bedebah sekarang telah berani menampakan wajah mereka
mereka telah berani mencuri didepan  mata kita.
Lihatlah! Mereka dengan tidak langsung merampas milik kita.
Hey, sang bedebah ! hati-hati, lihatlah!
Kesatria dengan gagahnya membawa  samurai nan panjang
Berdiri diKaki gunung yang terlihat begitu  kokoh
Dengan wajah penuh murka, digenggamnya kepala samurai hingga bergetar
Ingin rasanya ia lepas sarung pedangnya lalu ia hunuskan kepada sang bedebah.
        Memenggal mati kepala-kepala pencuri berdasi
        Hanya saja, negri ini begitu kejam akan uang.
        Mereka  Bertindak lemah kepada orang-orang yang berdompet tebal
        Sedang kami??, seperti sebuah jarum yang lancip kebawah tumpul keatas.
Sebuah kekayaan yang hanya 2% penduduk dari satu Negara
 yang menikmati  hidup bermandikan uang
Sedang kami??,
hanya sebuah petani kecil yang dihempaskan pada  tanah yang kotor.
Para punggawa dengan hati dengan penuh amarah melihat hancurnya negri ini

23 April 2018


DEALOVA
( Feti Rochmah)

Teriakan itu
Terasa berdengung dihatiku
Berulang dan berulang
Akupun tersentak
Melihat sosokmu yang memulai memudar dalam ingatanku
   Pedih terasa ketika dirimu hanya sebuah banyangan tanpa wajah
   Hanya sebuah bayangan tak dapat dirasa
   Melewati begitu saja pada sela-sela jemariku
     Kini kau hanya dealova
     Yang tak dapat kumiliki
      Seperti sediakala.

23 April 2018


Biodata

NAMA      : FETI ROCHMAH
TTL           : Pontana Kayyang 06 Desember 1998
ALAMAT : Desa Babana Kec.Budong-budong Kab.Mamuju tengah prov.Sul-bar
AGAMA    : Islam
STATUS    : Mahasiswa
EMAIL      : fetirochmah@gmail.com
NO.HP       : 0853-9796-0436


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Fatimatus Sya'diah;Bagiku Kamu

Antara Ada Dan Tiada Penulis: Fatimatus sya'diah Sejenak garis tipis itu mulai membentuk, Menyeringai tanpa mengerti Mungkin sebab tak lagi mau dicari, Berhenti mencaci tentang rasanya yang tak diyakini. Memilah gengsi dari rangkaian rasa dihati Untuk keberanian yang kau cipta dalam untaian kata, Yang kucerca dgn kata tanpa terduga Untuk perhatian yang kau tuang dalam secangkir kopi, Yang membuatku seketika merasa percaya akan hati Untuk tawa pengertian yang kau sajikan dalam ketenangan Yang membuatku k esal akan tatapan Untuk rela menjadi telinga dalam tiap suara, Yang seketika hadirkan rasa yang tiada dalam kamus rasa Terima kasih, Untuk rasa yang tak pernah terbaca walau selalu dirasa Pekanbaru, 28 April 2018 Sama Dengan Payah Penulis: Fatimatus sya’diah Ketika kata menjadi fatamorgana Hilang dalam rasa Ingin sampaikan makna namun samar dalam oase lara Masih sama dalam asa Meski memudar dalam raga Masih dengan gerutu sang pendusta Walau t...