Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Nuri Aprilia Muharoni;Kamu

Perpisahan
Penulis: Nuri Aprilia Muharoni

Sebuah kata yang dapat menyayat hati
Terasa sakit jika tidak disyukuri
Hidupku enggan di buat rumit untuk diratapi
Pertemuanku dengannya berakhir misteri

Aku tau jika ini bisa merindu
Namun jangan salahkan aku bila mampu menahannya di dalam qalbu
Ini terlalu pahit dalam kisah pilu
Maka ku simpan saja dalam benak pikiranku

Jangan takut dengan kata perpisahan
Perpisahan ada karena sebuah pertemuan
Jangan sungkan bila ditahan dalam kesendirian
Jika perlu adakan lagi sebuah pertemuan jika itu bisa menenangkan

Tasikmalaya, 01 Mei 2018

Kamu
Penulis: Nuri Aprilia Muharoni

Sosok yang selalu hadir membawakan cerita
Mengisi kesendirianku di kala melihat senja
Mengubah kegelapan dalam hidupku dengan penuh warna
Hanya dengan dirimu aku bisa tertawa

Kamu....
Perempuan yang selalu ku selipkan namanya dalam setiap doa
Mengadu kisah kasih di antara kita
Kepada sang pencipta alam semesta

Wajahmu memang tak seindah bunga di pedesaan
Namun tingkah lakumulah yang menarik perhatian
Bersamamu tidak membuatku bosan
Justru aku ingin segera mengajakmu ke pelaminan

Tasikmalaya, 01 Mei 2018


Menunggumu
Penulis: Nuri Aprilia Muharoni

Dalam kesendirian aku merasakan kekhawatiran
Tak peduli bagaimana buruk rupanya diriku saat ini hingga menjadi tak seindah dulu yang menawan
Aku disini berdiri di atas pijakan tanpa sedikitpun ada yang memberi sandaran
Sepertinya aku tidak mengenal lelah karena terlalu luput dalam kesedihan

Hampa rasanya bila dirimu tak bisa datang dalam dekapanku
Ku biarkan waktu berlalu hanya untuk menunggumu
Kamu pergi membawa kenangan dan meninggalkanku sejuta rindu
Namun aku sangat senang bila kamu kembali dengan senyuman manismu

Aku takut jika harus bosan menunggu
Tapi apa kabar denganmu yang tak membalas rinduku?
Cepatlah kembali tuk meraih mimpi yang kita ciptakan dulu
Aku hanya bisa berdoa dalam seperempat malam tahajudku

Tasikmalaya, 01 Mei 2018


Biodata Penulis

Namaku Nuri Aprilia Muharoni. Lahir di Tasikmalaya(jln. Batara Sindanggalih, RT. 05, RW.11). Aku suka dipanggil April, karena itu bulan kelahiranku. Aku juga seorang perempuan murah senyum namun sulit untuk tertawa. Jika ada apa-apa hubungi saja aku di akun ig: Nuriaprilia23, fb: nuriaprilia, no. Wa: 085862929597

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...