Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Wahyu Maulidha;Akar Tubuh

AKAR TUBUH
Wahyu Maulidha

Kaki-kaki kecil itu menjalar-jalar langkah-langkah
Menyisir belukar-belukar terjal
Terkadang terkoyak-koyak lalu kembali tumbuh menopang jejak

Kaki-kaki kecil itu terus menjalar-jalar mencari muara-muara
Menghidupi sebatang harapan yang kelak berbuah nyawa

Kaki-kaki kecil itu menjalar-jalar tumbuh melawan topan
Tanpa alas ia berdiri menantang terpaan
Di perempatan padang gurun
Menyanyikan lagu-lagu alam dan tarian-tarian dahan

Kaki-kaki kecil itu menjalar-jalar dengan tabah
Dimaki setan dan dipuja hamba Tuhan
Ia tetap menjalar-jalar tanpa tangisan

Kaki-kaki kecil itu adalah akar di tubuh kecambah jalanan

Jambi, 28 April 2018



Dia yang Kesepian
Wahyu Maulidha

Ruh-ruh diciptaNya, lalu hidup, berjalan lalu tertawa
DiciptaNya lagi awan untuk mereka bermain seharian
Dan, Ia jadikan berpasang-pasang ruh-ruh itu
Untuk melihatNya

Hari pertama, ruh-ruh itu ‘tak membantahNya
Hingga kembali diciptaNya ruh-ruh setengah kepala

Murka. Hari-hari kini ruh-ruh itu mulai amnesia
Berjalan dengan kepala yang setengah
Merusak awan, memakan pasangan

Ruh-ruh yang diciptaNya itu menjauhi
Merangkai sendiri, menciptakan Pencipta yang mereka sembah
Ruh-ruh itu menggantiNya dengan serangkai imaji mereka

DiriNya diam di pojok surga

Jambi, 1 Mei 2018



Cerita, Waktu, dan Kita adalah Fana
Wahyu Maulidha

Pada waktu, kita adalah kefanaan
Menjejak satu demi satu detik
Dan lenyap ditelan masa yang lupa dalam cerita

Sebuah cerita pada masa
Kita menjadi ada dalam sebuah sementara
Sejenak, kita menjadi lupa
Pada waktu kita adalah fana

jambi, 27 April 2018



Biodata Penulis
C:\Users\Public\Pictures\medan\IMG_4964.JPG
Bernama lengkap Wahyu Maulidha. Lahir di Jambi,12 Juli 1997. Fb Wahyu maulidha, e-mail wahyumidun@gmail.com. Sekarang masih berdomisili sendirian di Jl Dr.Thazar Rt 16 No46 Kec.Telanai Pura.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Fatimatus Sya'diah;Bagiku Kamu

Antara Ada Dan Tiada Penulis: Fatimatus sya'diah Sejenak garis tipis itu mulai membentuk, Menyeringai tanpa mengerti Mungkin sebab tak lagi mau dicari, Berhenti mencaci tentang rasanya yang tak diyakini. Memilah gengsi dari rangkaian rasa dihati Untuk keberanian yang kau cipta dalam untaian kata, Yang kucerca dgn kata tanpa terduga Untuk perhatian yang kau tuang dalam secangkir kopi, Yang membuatku seketika merasa percaya akan hati Untuk tawa pengertian yang kau sajikan dalam ketenangan Yang membuatku k esal akan tatapan Untuk rela menjadi telinga dalam tiap suara, Yang seketika hadirkan rasa yang tiada dalam kamus rasa Terima kasih, Untuk rasa yang tak pernah terbaca walau selalu dirasa Pekanbaru, 28 April 2018 Sama Dengan Payah Penulis: Fatimatus sya’diah Ketika kata menjadi fatamorgana Hilang dalam rasa Ingin sampaikan makna namun samar dalam oase lara Masih sama dalam asa Meski memudar dalam raga Masih dengan gerutu sang pendusta Walau t...