Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Yoespie Arief Amirullah;Hujan

HUJAN
YOESPIE ARIEF AMIRULLAH


Tetes hujan langit berembun putih
Gelegar petir menyambar angin
Sinar cahaya mengkilat berwarna putih
Alam bersuara menangis pecah
Dalam cahaya gelap aku berdoa memohon
Keselamatan  hidupku
Di tangan ku harapan yang amat sangat
Kubutuhkan  dalam menjalani hidup
Awan akan kah engkau memangis
Bila menangis aku akan terima airmu
Untuk bersuci menghapus dosa yang selama ini aku perbuat
Dalam sholat tetes air mata pipi ku basah
Hujan bila engkau mengerti hatiku
Maka siratkan air cintamu pada dunia yang kering ini
Untuk  menghidupkan kembali
Dunia yang telah lama mati kekeringan
Airmu membuatku basah
Banyak tanaman yang indah tumbuh tinggi
Dengan mu Tuhan kau turunkan hujan
Akan kusebut asmamu tiap waktu
Di balik dinding sunyi ada bait bait do’a
Yang kian masih mendengung di balik keagunganmu
Untuk selalu ucap syukur
Atas limpahan rahmatmu

Yogyakarta , 30 April 2018


SEMANGAT CINTA

Datangnya cinta tak teraba oleh waktu
Manusia hidup bersama dengan takdirnya cinta
Saling mengasihi karena cinta
Jangan pernah bosan  jika CINTA mu datang menjemputmu
Cinta merubah orang menjadi lebih baik
Menjadi lebih sadar bahkan cinta membuat orang baik jadi buruk
Tetap istiqamah di atas jalinan cinta
Gunakan cinta dalam hatimu saat ini
Untuk berperan menjujung semangat dirimu
Hidup iniadalah ujian
Cinta yang kau hadapi anugerah tuhan
Yang semua mausia merasakan
Cinta anugerah yang terbaik
Harimu di penuhi cinta
Semangat dirimu di penuhi cinta yang datang
Adam hawa di pertemukan cinta
Kebahagiaan pun datang menyelimuti dirimu
Sekarang kamu hadir di dunia untuk merasakan cinta
Yang sesungguhnya kelak akan engkau alami suami istri
Cinta seorang pacar di mulainya tanda muncul
Tetap waspada dengan cintamu
Syukuri cinta  yang datang
Cintai tuhanmu untuk merasakan cinta sesungguhnya
Terus berdoa yang terbaik
Semoga di pertemukan cinta yang solikh soolikhah.........

Yogyakarta , 30 April 2018


ANDAI  AKU BISA TERBANG

Banyak kulalui hari ini tanpa melihat arti hidup
Banyak singgah di tempat tapi tak melihat  indahnya langit
Banyak renungan yang ku tulis diatas relungnya jiwa ini
Hingga akhir keindahan terpendam
Dunia ini luas seperti luasnya samudra
Alam jagat membentang
Angin berdesis menyayup pohon
Banyak arti dan sandaran hidup untuk melaju langkah
Kulihat burung dara terbang bebas diatas pohon
Nikmat tuhan memberi sinyal bagi kita
Untuk terus berinspirasi maju
Menciptakan perubahan hidup
Andai aku bisa terbang di atas angin
Maka sekilas dunia akan ku jelajahi
Betapa indahnya alam dari langit
Tak satupun nikmat tuhan akan ku siakan di hidupku
Berharganya setiap detik untuk menghirup nafas
Sujud dan syukurlah setiap hari kusebut
Ku baca Firman tuhan dengan suara nada halus
Indahnya alunan dan tafsir ilahi
Terdetik di hati
Rasa yang selama ini terpendam
Membelah rasa
Hingga akhirnya sadarkan diri

Yogyakarta , 30 April 2018


Biodata
D:\3X4 PICTURE\1. FOTO SD\ASLI\IMG_20150429_0001.jpg
Penulis adalah seorang pria yang mempunyai semangat tinggi,  bercita-cita menjadi seorang wirausaha, guru dan penulis. Arief, saat ini kuliah di perguruan tinggi Jogjakarta. Jika diantara kalian ingin menghubungi bisa melewati account gmail: ariefstudent@gmail.com. Saat ini penulis tinggal di daerah Sleman Jogjakarta.contact person penulis bisa kalian hubungi 085729566910. Penulis sering menulis mengikuti lomba cerpen, puisi dan karya tulis ilmiah untuk mengasah skill dan soft skill. Jangan lupa follow whats app dan line. Motto: “ sedikit engkau mengayuh jangan putus asa, cobalah untuk mengerti dan terus maju dengan pena dan muara. jadikan hidupmu terbaik dalam  coretan dan lukisan yang indah”. Penulis sering menulis cerita yang romantis yang ada di sekitar kehidupan, yang menarik perhatian dan dapat di jadikan pengalaman hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Ahmad Latiful Ansori;Kekuatan Cinta Gusdur

KEKUATAN CINTA GUSDUR Oleh : Ahmad Latiful Ansori Duhai Gusdur Aku tahu di balik candamu yang ceria Tersembunyi luka yang sangat dalam Luka yang tak akan pernah hilang saat seseorang berusaha menghunus mahkotamu Aku tahu Engkau tidak pernah mengharapkan mahkota itu Engkau hanya sedih saat kasihmu harus di balas dengan pedih Engkau memang tak punya musuh Tetapi serigala serigala itu telah haus kekuasaan Tak ada lagi yang bisa mereka cengkeram Selain merobek dan menyasap baju yang engkau kenakan Mereka memang biadab Membiarkanmu keluar tanpa sehelai sampur Duhai gusdur Mendengarkan kabar itu Bangsa ini tak pernah malu memilikimu Seraut wajahmu Melintas jelas bersama terpaan sang bayu Mengingatkan kami, bahwa kami masih rindu Masih menyisakan rindu oleh sosokmu Duhai guru Mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi Engkau kembali pada yang maha mengasihi Kasihmu pada bangsa ini mampu membuat kami melihat dalam gelap Ragamu yang terpisah dari bangsa ini Ta...