Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Ade Niki;Kolase Cinta

Tangisan darah di langit timur tengah
Karya:Ade Niki

Antara,
Roket bom dan rudal para mujahid dan mujahidah
Menghunuskan takbir
Hati yang begitu tersayat
Tubuh yang tercabi- cabik
Dengan banjiran darah para syuhada

Hati mereka menjerit
Hati mereka tersayat
Mereka menangis
Mereka kehilangan
Mereka ..
Mereka sudah biasa melihat mayat mayat bergelimpangan
Mereka sudah biasa mendengar suara jeritan tangisan kepedihan

Dimana...
Dimanakah hati nurani kalian ?
Butakah kalian?
Atau tulikah kalian ?
Laa ilaha illalloh..
Laa ilaha illalloh..
Laa  ilaha illalloh..

Mereka,
Mereka adalah anak  anak surih
Mereka tidak takut pada kematian
Meskipun musuh mengacungkan senapan Kehadapann mereka
Yaa allah..
Yaa allah..
Bukakanlah hati saudara muslim kami
Agar bisa bantu mereka

Kawan,
Kita telah terapit oleh garis waktu kesombongan
Bersembunyi di balik pilar pilar realita kehidupan
Bersikap tak peduli
Ah, biarkann saja!
Itu bukan urusan kita
Memangnya ada apa?

Barangkali..
Mata kita telah tertutup
Atau benar benar sudah tertutup?
Tulikah kita?
Sanggupkah kita menjawab ketika mereka bertanya
Yaa ayyuhal muslimin ,dimanakah kalian?
Ya allah,ampuni kami..

 Ciamis,29 April  2018


Kolase cinta
Karya : ade niki

Aku mungkin sedang bermimpi
Aku mungkin  sedang tidur...
Atau mungkin sedang berangan angan
Entah ,rasanya seperti nyata

Sudah lama,
Sangat lama... aku tak pernah merasa seperti ini
Dihadapan seseorang yang pernah membuatku merasa canggung
Tuk kesekian kalinya

Bahkan,
Untuk menatap wajah itu aku enggan berlama lama
Apakah karena malu atau semacamnya?
Aku pun masih bertanya tanya tentanghal itu

Tak pernah terpikirkan sebelumnya
Bertemu seperti allah yang menginginkannya
Tak ku pungkiri,Aku ingin bangun
Menyadarkan diriku sekali saja

Bangun,
Bangun tuk  melihat hal yang nyata
Mencintai namun tak dicintai
Mengagumi namun takdikagumi
Merindu namun tak dirindu
Begitu saja, hingga sakit pada akhirnya

Namun jika itu terbalaskan darimu
Mungkin aku sedang tertidur
Dengan mimpi yang sangat indah

Ciamis 29 april 2018


Persinggahan cinta 
Karya:ade niki

Ilusi telah menembus ambisi
Imajinasi terus melawan kata hati
Bayangan mu menghantui disetiap langkah kaki
Membuat diri semakin berani untuk  mendekati

Realita tetaplah berbicara
Aku tak berdaya ditengah keindahan dunia
Bagaikan tinggi gunung dan dalamnya samudera
Diri ini terus menuntut waktu

Hati ini terus menghakimi rindu
Kenestapaan ini terlalu merasuk
Memberikan sebuah resonansi cinta
Yang membuat hati ini terpana

Namun,
Pelangi kini telah berlalu
Senja kini berganti dengan kelamnya malam
Semua hanya persinggahan semata
Dan pergi dengan meninggalkan luka

Ciamis,29 april 2018


Biodata Penulis
C:\Users\Win7\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\20180330_192959.jpg
Halo assalamualaikum..
Perkenalkan nama saya ade niki saya tinggal di ciamis kec cipaku kab ciamis jawa barat aya masih duduk di bangku sekolah smkn 1 kawali kelas 10 disini saya mengirimkan ungkapan ungkapann perasaan saya,, mungkin semoga bisa bermanfaat dan bisa di nikmati hhe maksudnya bukan dinikamati sih ini masih tahap belajar . menulis adalah hobby saya sejak saya masih duduk di bangku sd dan sampai sekarang menjadi sebuah rutinitas,oh ya ini ada no wa saya 085320514049 siapa tau saya bisa lolos hhe .. mungkin segini aja kali  ya narasi saya.. sekian dan salam literasi ☺


Komentar

  1. Aku suka puisimu dek niki. Tingkatkan ya. Semangat menulis...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Andi Sofyan Nur;Penderitaan

Janji Karya : Andi Sofyan Nur Dua hari yang lalu Aku berjanji padamu Janji yang pastinya aku tepati Untuk bertemu Bersua Dan menggenggam telapak dingin tanganmu Kemarin Satu hari sebelum waktu pertemuan Kita berjumpa Bersalaman Dan Kau berpamitan padaku Sore hari tampak sangat memerah Menutupi wajah murungku Menutupi seluruh tubuhku Menghangatkan jasadku Walau sebenarnya masih terasa dingin Walau bukan penghangat bagiku Harapan itu tenggelam di ufuk barat Hari ini Aku berdiri Menunggu Dan Menanti di tempat yang telah kujanjikan Hanya menanti Semoga hatimu ingat janjiku dua hari yang lalu Janji yang tak bisa kutepati Semoga kebahagiaan selalu dijanjikan untukmu Dan selalu ditepati Kota Makassar, 23 Maret 2018 Menjauh Karya : Andi Sofyan Nur Aku bukan tak menyukai takdir Bukan juga ingin membencinya Hanya menginginkan sesuatu milikku kembali Hal yang pernah mengisi kehidupanku Dirimu yang kini jauh dariku Kemarin aku duduk dibelakangmu Te...

Puisi-Puisi Apri Kuncoro; Rintik Hujan

RINTIK HUJAN Apri Kuncoro Angin berhembus begitu kencang Seolah badai akan segera datang Menerpa segala apa yang ia terjang Mentari pun mulai tertutup awan mendung Menutup pancaran sinar mentari dari ibu pertiwi Burung-burung mulai berterbangan kesana kemari Mencari tempat untuk bernaung diri’ Katak-katak pun seolah iku bernyanyi Menyambut rintik hujan yang turun ke bumi ‘ Membasahi seluruh wilayah dan makhluk hidup dialam ini Rintik hujan yang selalu ku nanti Aku berharap engkau mampu hadir setiap hari Walau hadirmu hanya sedikit sekali Tapi aku tetap Mensyukuri Karena kau adalah Karunia Illahi Gombong,28 Maret 2018-03-28 RESAH DAN GELISAH Apri Kuncoro Rasa resah dan gelisah hati ini Tak pernah aku mengerti Kapan ia datang dan kapan ia pergi Semua seolah sulit aku pahami Karena resah dan gelisah adalah rasa yang penuh misteri Sebuah misteri yang terkadang sulit aku pungkiri\ Kedua rasa itu,tiba-tiba hadir tanpa ku sadari Pabila ku mengingatmu wahai kek...

Puisi-Puisi Fatimatus Sya'diah;Bagiku Kamu

Antara Ada Dan Tiada Penulis: Fatimatus sya'diah Sejenak garis tipis itu mulai membentuk, Menyeringai tanpa mengerti Mungkin sebab tak lagi mau dicari, Berhenti mencaci tentang rasanya yang tak diyakini. Memilah gengsi dari rangkaian rasa dihati Untuk keberanian yang kau cipta dalam untaian kata, Yang kucerca dgn kata tanpa terduga Untuk perhatian yang kau tuang dalam secangkir kopi, Yang membuatku seketika merasa percaya akan hati Untuk tawa pengertian yang kau sajikan dalam ketenangan Yang membuatku k esal akan tatapan Untuk rela menjadi telinga dalam tiap suara, Yang seketika hadirkan rasa yang tiada dalam kamus rasa Terima kasih, Untuk rasa yang tak pernah terbaca walau selalu dirasa Pekanbaru, 28 April 2018 Sama Dengan Payah Penulis: Fatimatus sya’diah Ketika kata menjadi fatamorgana Hilang dalam rasa Ingin sampaikan makna namun samar dalam oase lara Masih sama dalam asa Meski memudar dalam raga Masih dengan gerutu sang pendusta Walau t...